Billy Saputra Caketum IKA UNAND, Ketum DPN FKMPI: Kami Mendukung Penuh!

"...Jangan sampai; Dek rancak kilau loyang datang, Intan disangko kilek kaco".

Utama204 Dilihat

Jakarta – Persada Post | Konon kabarnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Andalas (UNAND) bakal menggelar Kongres VII DPP, pada tanggal 29 November 2025 besok.

 

Cikal bakal Calon Ketua Umum (Caketum) DPP IKA UNAND untuk periode 2025 – 2029, yang juga akan menjadi ajang utama dalam kongres tersebut, salah-satu nama yang menjadi sorotan adalah Billy Saputra.

 

Setelah dilakukan penelusuran, Billy Saputra ini bukanlah sosok yang sederhana. Setelah ia menamatkan pendidikan di UNAND (S1 Teknik Industri), juga menempuh dua pendidikan di luar negeri, yakni: 1). Fintech & Regulatory Innovation Program di Cambridge Judge Business School dan 2). Msc in Data Analytics Engineering (Candidate) di Northeastern University, USA.

 

Selain pendidikan yang mentereng, ia juga memiliki status pekerjaan yang luar biasa dan aktif dibeberapa organisasi, termasuk Forum Komunikasi Masyarakat Piaman Indonesia (FKMPI), sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) di Dewan Pimpinan Nasional (DPN).

 

Menyikapi langkah Billy mencalonkan diri di kongres tersebut, M. Armawi Koto selaku Ketum DPN FKMPI, selain menyambut baik, ia juga menyatakan dukungan penuhnya.

 

“FKMPI mendukung penuh Waketum DPN FKMPI, Billy Saputra, mencalonkan diri sebagai Caketum IKA UNAND periode 2025-2029. Ia adalah asset bangsa yang membanggakan dan kami yakin kemampuannya memimpin IKA UNAND ke depannya, menuju ke arah yang lebih baik dan dapat pula mendukung program-program pemerintah Prabowo-Gibran,” ungkap Armawi Koto, Minggu (23/11/2025) kemarin, kepada Persada Post.

 

“Selain itu, saya yakin pula, IKA UNAND dibawah kepemimpinan Billy akan mendapat respon positif dari Presiden RI Prabowo Subianto. Karena, setahu saya, ia cukup dikenal dilingkaran pemerintahan saat ini. Itu artinya, IKA UNAND akan mendapat ruang yang besar nantinya dalam peran memajukan NRI (Negara Republik Indonesia) dan memacu percepatan menuju Indonesia Emas,” bebernya.

 

“Maka, kesimpulan saya, Billy Saputra patut dipertimbangkan dengan baik. Jangan sampai; Dek rancak kilau loyang datang, Intan disangko kilek kaco. Yakninya, kita harus benar-benar objektif melihat mana yang sebenarnya intan, mana sebenarnya kilau kaca belaka. Sehingga, IKA UNAND ke depannya, tidak terperangkap lagi hanya sebatas kegiatan seremonial alumni dan kegiatan-kegiatan sosial, yang sifatnya hanya sementara saja, harus lebih dari itu,” pungkasnya. (Rico AU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *