Padang – Persada Post | Sejak tanggal 22 hingga 24 November 2025, cuaca ekstrem melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan mengakibatkan beberapa kabupaten/ kota mengalami banjir dan longsor.
Sebagaimana yang dilansir oleh MediaIndonesia.com, bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar mencatat estimasi kerugian akibat bencana banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem mencapai hampir Rp5 miliar.
Masih sumber yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menegaskan, bahwa angka tersebut masih bersifat sementara berdasarkan laporan kabupaten/kota per Selasa (25/11) pukul 16.00 WIB.
Cuaca ekstrem yang melanda Sumbar sejak Sabtu (22/11/2025) itu, memicu bencana banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga banjir bandang di sejumlah daerah. Kabupaten Padang Pariaman, Agam dan Kota Padang tercatat mengalami dampak paling besar, disusul Kabupaten Limapuluh Kota, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat serta beberapa daerah lainnya.
Lebih spesifik lagi, dilansir pula oleh AntaraNews.com, bahwa BPBD Kabupaten Agam, mencatat bencana alam meluas ke 13 dari 16 kecamatan di daerah itu akibat curah hujan cukup tinggi pada 22-25 November 2025.
“Sebelumnya hanya delapan kecamatan yang terdampak dan kini menjadi 13 kecamatan berupa berupa pohon tumbang, banjir, angin kencang dan longsor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, baru-baru ini.
Sementara itu, Langgam.id merilis, Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab menyebutkan, Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu wilayah yang paling luas terdampaknya, mencakup 17 kecamatan dan 42 nagari, dengan 3.076 KK atau 9.228 jiwa terimbas banjir dan longsor.
“Ribuan rumah terendam, dua rumah rusak, fasilitas pendidikan terdampak, serta lebih dari 138 hektare sawah dan kebun ikut terendam,” ujar Ilham Wahab, Rabu (26/11/2025) ini. (Red PP)







https://shorturl.fm/hs1gx