Menyoal KONI, AG: Tidak Ada Pemerataan Kesempatan Sejak PKS Menguasai Sumbar!

Peristiwa1004 Dilihat

Padang – Persada Post | Agusmardi, B.Ac, jurnalis dan juga merupakan pemerhati dunia olahraga, ikut mengomentari suasana memanas dua kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang saling rebut kursi Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Sumatera Barat, baru-baru ini. Hal itu sebagaimana berita Persada Post yang berjudul: Hamdanus dan Yohanes Wempi, Demi KONI: Satu Kandang – Bertarung – Siapa Menang?.

 

“Gubernur PKS, Ketua DPRD PKS, Ketua Mesjid Raya Al Minangkabawi PKS, Pilkada sudah selesai bro. Kalau dulu di Sumbar Biduak Lalu Kambang Batawik, Gubernur (maksudnya Mahyeldi Ansharullah) mesti merangkul kebersamaan membangun negeri Tuah Sakato ini. Persoalan ini, kenapa orang-orang hebat menepi saja,” ujar AG, sapaan akrab Agusmardi, kepada Persada Post, Sabtu (22/3/2025) kemarin.

 

“Jadi Ketua KONI Sumbar kompetensinya salah satu indikatornyo sukses memimpin instusi olahraga atau lainnya yang pernah dipimpinnya. Karena KONI itu menyangkut harkat masyarakat Minang didalam Sumbar dan diluar Sumbar,” imbuhnya.

 

“Kedua kader PKS yang akan mencalonkan diri itu, apakah rekam jejaknya ada seperti itu. Pada hal mereka berdua tahu betul dengan Hadist Riwayat Buchari; sesuatu tidak pada ahlinya tunggulah kehancuran. Mereka berdua telah mengabaikan hadist tersebut, demi syahwat kekuasaan. Masya Allah,” ulasnya.

 

Lebih lanjut AG mengatakan, mereka berdua (Hamdanus dan Yohanes Wempi) mungkin hati mereka terjebak dengan aji mumpung. Memanfaatkan partainya (PKS) yang sedang berkuasa.

 

“Memang Aji Mumpung telah merasuki dunia politik di tanah air. Termasuk di Sumatera Barat,” celetuk AG.

 

“Seperti Kasus PON Tahun 2000 di Surabaya. Kegagalannya membuat perantau Minang dijagat Nusantara merasa malu. Begitu juga jika Olahraga Sumbar sukses di PON 2012 membuat masyarakat Minang  dimana pun berada, bangga,” bebernya.

 

“Tidak ada pemerataan kesempatan sejak PKS menguasai Sumbar. Kalau punya kapasitas boleh lah. Jadi sebagian masyarakat olahraga di Sumbar sudah kehilangan akal sehat,” pungkas AG. (Rico AU)

Berita Terkait

Jangan Lewatkan