Mandra Indriawan, Anggota DPRD Kabupaten Solok. (Foto: Ist)

Arosuka – Persada Post | Keputusan PT. Tirta Investama atau Aqua Solok terhadap 101 karyawannya yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja), akhirnya menuai kisruh dan perbedaan pendapat dari banyak pihak, yang juga disikapi oleh Mandra Indriawan, Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Gerindra.

 

“Terkait kisruh Aqua, saya sepakat kira harus bela buruh yang dipecat. Akan tetapi, harus dengan cara cara yang humanis, jangan memakai cara yang premanisme,” ungkap Madra, Kamis (17/11/2022).

 

“Kita juga harus mengikuti regulasi yang ada, jangan sampai kita berbuat niat baik dengan cara yang tidak baik. Menurut saya, bupati (Maksudnya; Peyardi Solok/ Bupati Solok), seharusnya lebih humanis didalam penyelesaian masalah PHK karyawan Aqua ini,” imbuhnya.

 

“Dan yang lebih penting lagi, kita juga harus berfikir bagaimana caranya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PT. Aqua yang ada di Solok ini. Seperti contoh meningkatkan pajak air dalam tanah yang merupakan kewenangan dari Kabupaten Solok,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Epyardi Asda, bersekukuh tidak menerima kalimat Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Sumbar, yang membenarkan Aqua telah melaksanakan tindakan sesuai dengan regulasi.

 

“Sungguh saya amat menyayangkan sekali apa yang disampaikan seorang Gubernur di sejumlah media cetak dan online dan bahkan dirilis pula dihalaman resmi Pemrov Sumbar itu. Mereka yang di PHK itu adalah masyarakat kita, masyarakat Sumbar yang butuh pekerjaan dalam menyambung hidup keluarganya. Seharusnya beliau bela rakyatnya,” tegas Epyardi Asda saat menerima kunjungan perwakilan PT. Tirta Investama Solok, Senin (7/11/2022), di Ruangan Bupati Solok. (Rico AU Dato Panglima)

Please follow and like us:

By Redaksi

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial