21 Oktober 2021

Imbangi Mahyeldi – Audy, Mulyadi Mesti Meminang Shadiq atau Suherman TRD: Ini Alasannya

Mulyadi - Mahyeldi Ansharullah

TAJUK RENCANA POLITIK PERSADA POST


Ir. MULYADI, yang katanya ingin maju Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub)/ Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Sumatera Barat 2020 mendatang, jangan sampai membuat insiden kedua kali, gagal maju lagi seperti Pilkada Tahun 2015 lalu.

Walaupun Mulyadi yang dikabarkan memakai konsultan nasional, sampai saat ini masih terkesan ‘galau’ memilih pasangan dengan berbagai asumsinya itu.

Sebab, yang lebih tahu dan yang lebih faham bagaimana antropologi dan psikologi sosial orang Minangkabau adalah orang minang itu sendiri, bukan konsultan nasional atau lembaga survei hebat sekalipun.

Maka, jika pembanding Mulyadi bisa diambil tolak ukurnya kekuatan Mahyeldi yang saat ini sudah menggandeng Audy Joinaldy sang putera Solok, Ia harus melihat itu sebagai peta politik sebaran suara yang signifikan.

Kenapa tidak, Mahyeldi sang Walikota Padang tersebut, sudah memiliki modal suara yang cukup besar di kota yang Ia pimpin itu, belum lagi kekuatan kader PKS yang sangat militant.

Mulyadi dan Mahyeldi berasal dari daerah yang sama, yakni Kabupaten Agam, alias berposisi di Daerah Pemilihan Sumbar 2, yang meliputi; Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Bukittingi, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota dan Kota Payakumbuh.

Maka, Mahyeldi bisa dikatakan sangat cerdik, telah memutuskan pasangannya Audy Joinaldy, yang berasal dari Daerah Pemlihan Sumbar 1 (Kabupaten Solok) dan  meliputi: Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padangpanjang.

Sehingga, jika Mulyadi tidak memperhatikan itu sebagai peta politik yang harus diimbangi, maka Mulyadi akan diprediksi tertinggal jauh dari Mahyeldi.

Oleh sebab itu, untuk mengimbangi kekuatan politik Mahyeldi dan berpotensi menang di Pilgub Sumbar 2020, Mulyadi mesti mendapatkan pasangan dari Daerah Pemilihan Sumbar 1, yakni diantara; Shadiq Pasadigoe atau Suherman TRD.

 

Kenapa Shadiq Pasadigoe?

Alasan Mulyadi mesti memilih Shadiq Pasadigoe sederhana saja. Yakni, Shadiq yang pernah menjabat Bupati Tanah Datar dua periode tersebut, diyakini masih memiliki kans politik yang kuat di Daerah Pemilihan Sumbar 1.

Shadiq yang juga birokrat senior itu, juga memiliki segmentasi suara yang bisa Ia peroleh dari kekuatan politik Betti Shadiq Pasadigoe (istrinya) yang pernah duduk di DPR RI dari Partai Golkar di Daerah Pemilihan Sumbar 1.

Kaloborasi Mulyadi – Shadiq Pasadigoe (MuSa): Pengusaha + Birokrat. Itu artinya, jika terpilih, sangat memungkinkan keduanya mampu mengelola Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat dengan baik dengan sinergitas tinggi.

 

Kenapa Suherman TRD?

Sosok politisi muda dan mengaku ‘Millenial’ ini, cukup menyentak konstelasi politik Sumatera Barat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 kemarin. Kenapa tidak pula? Kehadirannya ternyata mampu mendokrak elektabilitas PKB, sebagai partai yang mengusungnya pada Pileg tersebut.

Walaupun Suherman Tuanku Rajo Disambah (TRD) atau yang akrab disapa Suherman TRD itu, tidak terpilih di Pileg 2019, tetapi Ia mampu meraup suara yang cukup signifikan sebagai pendatang baru di dunia perpolitikan Sumatera Barat.

Sosok pengusaha kontruksi yang cukup berhasil ini pun, mengakui kepada Persada Post belum lama ini, telah mempersiapkan logistik yang lumayan lebih dari cukup untuk menghadapi Pilkada Sumatera Barat 2020.

Selain itu, Suherman TRD juga disinyalir sedang berusaha kuat mendapatkan Partai Golkar, untuk mengusungnya di Pilgub Sumbar tersebut. Maka, hijrahnya Ia dari PKB ke Partai Golkar, adalah dipandang sebagai manuver politik yang jitu dibandingkan tetap bertahan di PKB dan hanya memiliki 3 kursi di DPRD Sumatera Barat.

Perpaduan antara Mulyadi dan Suherman TRD, mampu menandingi Mahyeldi – Audy Joinaldy, karena Suherman TRD yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar/ Batu Sangkar, mampu lebih agresif dilapangan, sebagaimana halnya Audy saat ini yang gencar turun kelapangan dan propaganda politiknya. (*)