21 Oktober 2021

Dampak Pemberitaan Persada Post: Benarkah Mulyadi dan Indra Catri Akan Berdamai?

Dari kiri: Mulyadi – Indra Catri.


AGAM – Karena berasal dari daerah yang sama, yakni Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat; tentu tidak etis terlalu mencuat dihadapan publik kesan perseteruan antara Dr.Ir.H.Indra Catri,M.S.P Datuak Malako Nan Putiah (Bupati Agam) dengan Ir. H. Mulyadi (Anggota Komisi III DPR RI), akhir – akhir ini.

Memang keduanya sedang bersemangat untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)/ Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat 2020 ini.

Mulyadi bisa dipastikan bakal maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) dari Partai Demokrat + PAN dan Indra Catri juga bakal maju sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) dari Partai Gerindra.

Keduanya pula, adalah putera terbaik Kabupaten Agam. Tentunya, kebanggaan masyarakat Agam dan diharapkan sebagai tokoh, yang mampu memberikan contoh yang positif kepada generasi penerus.

Namun, jika keduanya terus berseteru, maka bukan hanya membuat malu masyarakat Agam, tapi akan menciptakan konstelasi politik yang panas jelang Pilkada Sumbar, yang akan digelar tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Tetapi, belum lama viralnya pemberitaan Indra Catri terkait kasus yang menjeratnya di Polda Sumatera Barat, laporan dugaan pencemaran nama baik Mulyadi, yang menjurus dan mentetapkan dirinya sebagai tersangka, terjadilah komunikasi timbal balik, hasil dari konfirmasi Persada Post dengan keduanya.

Baca juga:

Klik: Jangan Zolimi Indra Catri: Berilah Hak Politik Untuknya, Pertarungan Harus Fair & Kesatria!

Klik: Senyum Indra Catri Ditengah Badai Politik di Negeri Minangkabau

 

Dari komunikasi dengan keduanya itu, Mulyadi menjelaskan kronologi dirinya sempat memberikan maaf dihadapan publik untuk Indra Catri. Namun, Mulyadi menyesalkan, ternyata Penasehat Hukum (PH) Indra Catri seolah – olah menantang dirinya, hingga ke pengadilan.

“Pengacara IC (Maksudnya; Indra Catri) sudah bilang, Pak Mulyadi kok memberikan pernyataan maaf kepada Pak IC. Kan Pak IC belum tentu salah. Jadi, pengacara baru statement normative saja di media, sudah keberatan kalau IC dimaafkan. Karena menurutnya, IC tidak merasa bersalah, sebelum pengadilan menyatakan bersalah,” ungkap Mulyadi kepada Persada Post, baru – baru ini (17/08/2020), melalui Chat WhatsAppnya.

“Jadi jelas, IC ingin melanjutkan proses hukum, sampai IC terbukti bahwa Ia dinyatakan bersalah. Makanya, saya ngomong memaafkan saja, sudah protes pengacaranya. Karena IC baru tersangka, belum vonis kata pengacaranya,” imbuh Mulyadi.

“Pengacara bilang, harus dibuktikan di pengadilan dulu. Biarkan saja mereka membangun opini seakan – akan dia yang dilaporkan Polisi. Padahal IC tidak pernah dilaporkan ke Polisi. Yang dilaporkan ke Polisi adalah akun palsu yang sudah membuat masyarakat terkejut. Kok dibalik akun tersebut IC? Pelakunya ASN (Apatur Sipil Negara)  langsung; Kabag Umum dan Ajudan Bupati,” tegas Mulyadi.

“Kalau pemberitaan tidak ada masalah (pemberitaan Persada Post), maksudnya penyelesaian terkait pencabutan laporan yang tadi diusulkan. Sebaiknnya pengacara saja yang mengurus, karena dia punya legal standing yang jelas,” tukuknya lagi.

Lebih lanjut Mulyadi menuliskan, menurutnya sangat disayangkan karena ambisi yang tidak terkontrol, melalui akun palsu ingin menjatuhkan elektabilitas dirinya, agar kalah di Pilkada. Hal itu jelas tindakan pengecut dan memalukan.

Sementara itu, diwaktu yang tidak terlalu lama, Indra Catri juga menanggapi apa yang disampaikan oleh Mulyadi, setelah Persada Post mengkonfirmasi dirinya.

“Hebat, kalau seandainya beliau (Ir. Mulyadi) mau memaafkan yang bersalah, sama beliau. Saya mau memfasilitasi. Kalau saya, rasanya tidak ada berbuat salah sama beliau. Begitu juga sebaliknya,” kata Indra Catri.

“Hubungan kami selama ini baik – baik saja. Jangankan berbuat jahat, berpikiran jahat saja, saya tidak pernah sama beliau,” pungkas Indra Catri, melalui chat WhatsAppnya kepada Persada Post.

Melihat komunikasi yang disampaikan kedua belah pihak, walaupun melalui hasil chat konfirmasi Persada Post, tetapi memperlihatkan tanda – tanda potensi akan berdamai keduanya.

Jika saja perdamaian itu benar – benar nyata dan terjadi nantinya, ini akan menjadi kabar bahagia bagi masyarakat Kabupaten Agam, umumnya Sumatera Barat, dalam menghadapi Pilkada 2020 ini. Semoga saja! (RPG Networks)