21 Oktober 2021

Kelapangan Hati Mulyadi, Angin Segar Bagi Indra Catri: Tanya Kenapa?

Dari kiri: Mulyadi – Indra Catri.


AGAM – Kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Anggota DPR RI Ir. Mulyadi, walaupun terus bergulir ditangan penegak hukum, ternyata terjadi arus sejuk akhir – akhir ini.

Melalui Pemimpin Redaksi Persada Post, terjadi komunikasi dua arah antara Ir. Mulyadi dan Dr. Ir. H. Indra Catri, M.S.P Datuak Malako Nan Putiah (Bupati Kabupaten Agam).

Baca juga: Dampak Pemberitaan Persada Post: Benarkah Mulyadi dan Indra Catri Akan Berdamai?

Selain kesejukan antara keduanya, ternyata baik Mulyadi maupun Indra Catri saling pula membuka diri. Indra Catri sangat senang mendapatkan kabar dari Persada Post, kalau Mulyadi sudah membuka diri.

“Saya sangat senang sekali Pak Mulyadi mau memaafkan yang bersalah kepada beliau. Saya siap memfasilitasinya, karena saya merasa tidak punya masalah dengan beliau dan sebaliknya,” ungkap Indra Catri kepada Persada Post, beberapa waktu yang lalu melalui pesan chat WhatsAppnya.

Begitupun Mulyadi, Ia juga merasa tidak memiliki masalah apapun dengan Indra Catri. Yang membuat dirinya prihatin adalah prilaku black campaign yang dilakukan oleh oknum salah satu ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemerintahan Kabupaten Agam.

Awalnya, yang dilaporkan ke Polda Sumbar adalah pemilik akun Facebook Maryanto  terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks. Pada Jumat (29/5/2020), akun Facebook milik Maryanto itu dilaporkan oleh Helmon Dt. Hitam dan akhirnya menyeret Oknum ASN serta nama Indra Catri beserta Sekda Pemerintahan Kabupaten Agam, dan ditetapkan tersangka oleh Polda Sumbar belum lama ini.

Hingga saat ini, masih melalui Persada Post, keduanya selalu membuka diri. Hal itu menunjukkan, begitu tingginya nilai adab, adat dan alam Minangkabau didiri mereka. Karena bagi orang minang; Tidak Ado Kusuik Nan Indak Salasai dan Musyawarah Untuk Mufakat. (RPG Networks)

 

Revisi: Tanggal 24 Agustus 2020, Pukul 22.44 WIB

Pemilik akun Facebook Maryanto dilaporkan ke Polda Sumbar terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks. Pada Jumat (29/5/2020), akun Facebook milik Maryanto itu dilaporkan oleh Helmon Dt. Hitam.