22 Oktober 2021

Cagub dan Cawagub Sumbar Tahun 2020 Masih Jauh dari Kepedulian Terhadap Lingkungan

Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye WALHI Sumbar Yoni Candra.


PADANG – Persoalan mengenai lingkungan di Sumatera Barat (Sumbar), mulai dari ketidaksesuaian dalam peruntukan ruang, terjadinya pembabatan hutan dan beban izin yang tidak jelas dengan kawasan hutan. Aliran sungai yang rusak dan pembangunan yang tidak sesuai dapat menimbulkan persoalan sosial dan bencana dilingkungan hidup.

Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye WALHI Sumbar Yoni Candra menilai bahwa, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam debatnya pada putaran pertama, sangat jauh dalam langkah menjaga lingkungan hidup. Visi dan misi serta program kerja yang disampaikan juga tidak ada yang mengarah ke lingkungan, Rabu (2/12/2020).

“Visi dan misi dari paslon gubernur dan wakil gubernur sangat jauh dari komitmen menjaga lingkungan. Merawat dan mewujudkan keadilan ekologis serta keseimbangan alam, dengan daerah Sumatera Barat yang memiliki keberagaman dan potensi bencana alam yang tinggi, seharusnya ada sebuah tawaran baik terhadap lingkungan. Karena sangat mustahil ada kehidupan yang baik diatas lingkungan yang buruk,” Jelasnya.

Menurut Pakar Hukum Tata Negara Unand Dr. Khairul Fahmi, berbicara mengenai pemeritahan tanpa mempertimbangkan  pembangunan keberlanjutan, sama dengan membicarakan jangka pendek lingkungan hidup. Melakasanakan pemeritahan berarti melaksanakan kedaulatan rakyat di masa depan. Menjaga lingkungan, merupakan bagian dari memperhitungkan dan mempertimbangkan masa depan.

Untuk itu, sangat diharapkan pada debat putaran kedua, paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar harus memiliki langkah kerja dan komitmen yang pasti terhadap lingkungan untuk menjaga, merawat dan mewujudkan keadilan ekologis. Karena kerja hari ini buah hasilnya akan dipanen dimasa yang akan datang, jika keburukan yang ditanam, keburukanlah yang akan di panen pada generasi berikutnya. (Nurul Anisa)

Editor: Dian Kurnia Putri