6 Desember 2021

Pilkada Serentak 2020, Akurasi SBLF Riset dan Konsultan 99% Sesuai Data KPU

Tim Survei SBLF Terkait Pilkada 2020.

LIMA PULUH KOTA – Tim SBLF riset dan konsultan, dalam Pilkada serentak di 9 Desember lalu, telah menuai hasil survei sesuai dengan harapan. Dimana, akurasi hasil survei mencapai 99% dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU). SBLF riset dan konsultan adalah sebuah lembaga survey, yang mengamati keaktifan masyarakat dalam rangka mensurvei antusiasme masyarakat dalam Pilkada, bukanlah Tim Sukses dari Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati ataupun calon Gubernur atau Wakil Gubernur

 

Tim SBLF riset dan konsultan, yang dipimpin oleh Edo Andrefson selaku direktur dan Fuji Ilahi selaku koordinator SBLF riset dan konsultan, telah bekerjasama dengan hasil yang maksimal. Lebih lanjut, Muhammad Farid selaku koordinator SBLF riset dan konsultan Lima Puluh Kota menegaskan bahwa, pihaknya sangat mengapresiasi  masyarakat yang telah menerima baik tim survei.

 

“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada tim, yang sudah bekerjasama dalam rangka survei terhadap pilkada serentak ini dan tak terlupa juga kepada masyarakat Lima Puluh Kota, yang sudah menerima baik kami dalam menjawab setiap pertanyaan sebagai informasi bagi kami. Sehingga, hasil survei yang kami dapatkan akurat dengan data dari KPU, dimana angka akurasinya mencapai 99% ,” ungkap koordinator SBLF riset dan konsultan wilayah Lima Puluh Kota, Muhammad Farid, Sabtu (19/12/2020) lalu.

 

Capaian tim SBLF tersebut tak terlepas dari kesungguhan serta solid dalam eksekusi tim di lapangan. Sehingga, mampu menciptakan angka survei yang sangat akurat dan tidak diragukan lagi.

 

“Kami ucapkan selamat kepada bupati terpilih, yaitu bapak Safaruddin Datuak Bandaro Rajo dan Riski Kurniawan wakil bupati yang terpilih, semoga apa yang dijanjikan bisa direalisasikan dengan aksi bukan hanya wacana dan narasi,” imbuhnya.

 

Berdasarkan hasil survei Tim SBLF riset dan konsultan yang dilakukan masih mempunyai tanggungjawab besar dan harus diperbaiki. Terkhusus kepada keaktifan dan dalam rangka mencerdaskan pola pikir masyarakat.

 

“Dari hasil survei kami kemaren, masih menyimpan PR besar dikalangan masyarakat. Yaitu, masih banyak masyarakat yang menerima gratifikasi dalam bentuk uang, sembako, yang membuat kita goyah dalam hal memilih. Sehingga, perlu adanya pencerdasan kepada masyarakat, yang menjadi tugas bersama segala elemen seperti Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai dan semua aspek,” tutupnya. (Dian R)

Editor: Dian Kurnia Putri