21 Oktober 2021

Terbongkar, Inilah Gugatan Mulyadi ke MK: Ada Apa Dengan KPU Sumbar?

Ir. H. Mulyadi. (Foto: Liputan6)

PADANG – Tampaknya Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi muara pasca Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat (Sumbar) 2020, yang telah terselengara pada tanggal 9 Desember 2020, kemarin.

 

Pasangan calon (paslon) Gubernur – Wakil Gubernur Sumbar 2020; Mulyadi – Ali Mukhni, akhirnya mengajukan permohonan  ke MK baru – baru ini. Dan, selaku termohon adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar.

 

Alasan permohonan tersebut, kepada Persada Post Mulyadi membeberkan, bahwa menindaklanjuti hasil Pilgub Sumbar, yang diduga syarat penjegalan terhadap dirinya itu, yang akhirnya membuat Ia dan Ali Mukhni ‘dipaksa’ kalah.

 

“Kita merasa dicurangi, dengan ditersangkakan 3 hari menjelang pencoblosan. Dan, ditambah pernyataan Komisioner KPU Sumbar (Izwarni) yang menyatakan Ir. H. Mulyadi bisa batal jadi Cagub Sumbar bila dinyatakan bersalah,” ungkap Mulyadi, Kamis (24/12/2020).

 

“Kemudian, dua hari setelah pencoblosan, kasus dan status tersangka Ir. Mulyadi dicabut, atau dinyatakan tidak cukup bukti,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Mulyadi memaparkan, bahwa status tersangka dirinya itu, kuat dugaan sebelum hari ‘H’ pencoblosan dikapitalisasi (dimanfaatkan) oleh orang – orang yang tidak bertanggungjawab, dengan menyebarkan informasi sesat secara massif ke pemilih di Sumbar.

 

“Lebih parahnya lagi, informasi yang disebarkan oleh mereka itu secara massif; bahwa saya sudah ditahan Polisi dan sudah didiskualifikasi. Bahkan ada yang menyebarkan informasi saya tersangka korupsi. Sehingga, hal itu membuat Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah)/ Pilgub Sumbar tidak demokratis; tidak jujur dan tidak adil,” tegasnya.

 

“Karena hal tersebut, banyak pemilih Sumbar untuk Pilkada kabupaten/ kota, hanya memilih bupati/ walikota saja, tapi tidak untuk Gubernur – Wakil Gubernur Sumbar. Malah, ada juga yang mengalihkan pilihan ke paslon lain dan ada yang tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), gara – gara informasi sesat terhadap diri saya itu,” pungkas Mulyadi. (Rico Adi Utama)