21 Oktober 2021

Kurenah Pilkada Sumbar: Mulyadi – Ali Mukhni ‘Dikalahkan’, Bukan Kalah?

Ir. H. Mulyadi, Cagub No.1 Pilkada Sumbar. (Foto: Topsatu)

TAJUK RENCANA*)


Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya menuai berbagai tanda tanya dan dugaan konspirasi. Khususnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar, dimana pasangan calon (paslon) Nomor Urut 1 Mulyadi – Ali Mukni (MUALIM), akhirnya pula menuntut keadilan dan membuat permohonan/ gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK).

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar selaku termohon di MK, adalah pihak yang dituntut, salah satunya yang harus bertanggungjawab dengan kekalahan Mualim di Pilgub tersebut.

Baca juga: Walaupun Mulyadi Dizolimi, Tetapi Sumbar Miliki Pemilih Cerdas!

 

Kepada Persada Post, Ir. H. Mulyadi mengaku menduga kuat, bahwa sebab utama yang membuat dirinya kalah di Pilgub Sumbar adalah ‘gorengan’ informasi tiga hari sebelum hari ‘H’ Pilkada, terkait status dirinya ditetapkan tersangka oleh Mabes Polri, akibat tuduhan melakukan pelanggaran Undang – Undang Pilkada, kampanye diluar jadwal di TV One.

 

Anehnya, hanya berselang dua hari saja setelah Pilgub, status tersangka tersebut dicabut dan kasus dihentikan oleh Mabes Polri.

Baca juga: Terbongkar, Inilah Gugatan Mulyadi ke MK: Ada Apa Dengan KPU Sumbar?

 

Walaupun Mulyadi tetap sabar, Ia mesti harus berupaya menuntut keadilan dan membongkar dugaan konspirasi, yang mengakibatkan dirinya terkesan ‘dipaksa’ kalah pada Pilgub Sumbar 2020.

 

Mulyadi berharap kepada Mahkamah Konsitusi (MK) menerima permohonannya itu, atas ketidakadilan terhadap dirinya. Sehingga terpaksa menerima kekalahan pada tanggal 9 Desember 2020 kemarin.

 

Jika saja konspirasi itu terbukti dan MK menerima permohonan Mulyadi, mungkin saja ini akan menjadi daya kejut yang besar bagi masyarakat Sumbar, khususnya para pendukung Mualim yang jumlahnya tidak sedikit itu.

 

*). Rico Adi Utama (Pemimpin Redaksi Persada Post)