15 Januari 2022

Dipicu Tanah Labil, Desa Ginanjar Terkena Longsor

longsor di Desa Ginanjar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (PortalMajalengka)

JAKARTA, PP–  Sabtu sore (01/05/2021) sekitar pukul 16.00 WIB terjadi tanah longsor di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.   Kejadian ini mengakibatkan satu balita meninggal dunia. Tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dan menyerahkan pada pihak keluarga. BPBD setempat menginformasikan peristiwa ini dipicu oleh resapan air sawah dan struktur tanah labil.

 

Berdasarkan informasi dari situs bnpb.go.id, bencana ini tidak hanya mengakibatkan korban meninggal, tetapi juga korban luka-luka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menginformasikan bahwa ada 2 warga luka-luka, dan 3 KK yang terdiri dari 9 jiwa terdampak. Warga yang terluka sudah mendapatkan perawatan medis.

 

Dr. Raditya Jati selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan bahwa selain mendata korban terdampak, BPBD juga mengidentifikasi 2 rumah warga yang rusak berat. Longsor di Desa Ginanjar juga mengakibatkan  10 petak sawah dan peternakan bebek milik warga setempat tertimbun.

 

Pascakejadian, BPBD Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan P2BK, Koramil, Polsek, pihak pemerintah kecamatan, desa, sukarelawan dan masyarakat setempat untuk melakukan pendataan. BPBD juga memberikan rambu tanda bahaya di sekitar area longsoran dan mengimbau  masyarakat agar selalu waspada.

 

Sukabumi termasuk wilayah dengan potensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi, itu merupakan analisis dari InaRISK. Sebanyak 48 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya kecamatan Ciambar.

 

Berdasarkan peringatan dini BMKG,  di Kecamatan Ciambar masih berpotensi hujan ringan hingga sedang. Aplikasi InfoBMKG mencatat hujan sedang berpeluang siang hingga sore pada hari Minggu (02/05/2021), sedangkan pada malam berpeluang hujan ringan.

 

Raditya menghimbau seluruh masyarakat untuk selalu siap siaga dan waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti tanah longsor, agar seluruh keluarga terhindar dari bencana. (Fina H.S)