17 Januari 2022

Apel Operasi Ketupat, Wakapolda: Tak Akan Lagi Kecolongan, Jalur Tikus Pun Disekat

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto saat membina apel operasi ketupat. (Melgi Anggia)

PADANG, PP- Apel operasi Ketupat berlangsung hari ini di lapangan Imam Bonjol, dihadiri oleh Wakapolda dan Wakil Gubernur Sumbar. Apel ini bertujuan untuk pembukaan Operasi Ketupat yang akan berlangsung dari tanggal 6 sampai dengan tanggal 17 Mei 2021.

 

Diketahui, saat ini penyebaran covid 19 naik sebesar 2,7 ℅ di wilayah Sumbar. Untuk itu, perlu penanganan yang lebih ketat agar kasus COVID 19 tidak lagi meningkat. Oleh karenanya, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya dengan menggelar operasi Ketupat.

 

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto mengatakan, untuk mengantisipasi masyarakat yang nekat melakukan mudik, sudah diadakan 381 pos penyekatan, 1500 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan gangguan kartinas dan Enseptilacar lantas, serta 596 layanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan layanan di pusat perbatasan dan pengamanan di station dan terminal.

 

Posko pengaman tersebut tidak hanya untuk pengamanan saja, tapi juga untuk mengecek dan menekan penyebaran COVID 19, dengan mengecek protokol kesehatan serta tes negatif COVID 19 paling lambat 1×24 jam. Juga untuk melakukan rapid tes antigen secara massal.

 

Wakapolda melanjutkan, memang sudah ada yang melakukan mudik lebih cepat. Akan tetapi, dari pengawasan yang dilakukan, saat ini sudah terjadi penurunan aktivitas mudik.

 

“Saya harapkan mudik tidak akan terjadi di wilayah Indonesia ini, khususnya di wilayah Kota Padang sumatra Barat. Untuk menekan ini, kita tingkatkan posko. Baik dari jajaran polri, TNI dan Porkopinda kita sudah siapkan, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan massa. Bagi masyarakat yang mengambil jalur tikus, kita akan lakukan penyekatan juga dan tidak akan ada lagi kecolongan yang terjadi seperti tahun sebelumnya,” ungkapnya. (Iqbal/Anggi)

 

Editor: Vira Fazirah