5 Desember 2021

Ternyata Sudah 2 Tahun ini TNKS Dibabat Secara Ilegal: Pelaku Diciduk

Konferensi Pers di Mapolda Sumbar tentang pembabatan Hutan TNKS dan menggelar alat yang digunakan oleh pelaku pembabat hutan TNKS. Kabid Humas Polda Sumbar (tiga dari kiri) dan Dit Krimsus Polda Sumbar memperlihatkannya alat yang dipakai tersebut. (Foto: Melgi Anggia)

PADANG, PP- Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terus terancam oleh tindakan-tindakan ilegal.  Ahmad Darwis selaku Kepala Bidang (Kabid) Wilayah II TNKS Sumatra Barat mengungkapkan bahwa  sebanyak 20 ribu hektare lahan di TNKS telah dirambah secara ilegal.

 

Tidak hanya itu Ahmad menambahkan bahwa aksi perambahan/ pembabatan yang terjadi di TNKS Wilayah II Sumbar sudah berjalan dua tahun. Wilayah sebarannya, kata Darwis pun merata, seperti di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dan Pesisir Selatan (Pessel).

 

Di lapangan, pihaknya tidak serta-merta langsung menindak pelaku perambahan hutan lindung.  Ahmad mengklaim sudah mengingatkan warga untuk meninggalkan tempat tersebut karena sudah masuk zona rimba, yang artinya level teratas dari hutan dan harus dilindungi.

 

“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif, ketika kami melihat beberapa bulan ini, namun tidak merespons. Jangankan meninggalkan, yang ada malah menambah luas areal bukaan tersebut. Pengakuan pelaku, bisa membuka 75 hektare, namun dari citra satelit kami, sudah mencapai 300 hektare,” katanya.

 

Di wilayah kerja TNKS II Sumbar, luas areal hutan yang dirambah sudah mencapai 20 ribu hektare. Lahan itu sudah dirambah secara sporadis secara orang per orang. Tidak hanya itu, luasnya kawasan TNKS serta kurangnya SDM menjadi kendala bagi mereka.

 

“Kendala Kita yang udah jelas luas kawasan TNKS yang di Wilayah Sumatera barat kurang lebih 400 ribu hektar, kekuatan kita hanya di back up  30 orang. Saya rasa SDM kita sangat kurang. Namun alhamdulillah seluruh kegiatan kita berkolaborasi dengan rekan-rekan dari Kepolisian daerah Polda Sumatera Barat, dan itupun sejalan juga dengan dorongan kerjasama antara Kapolri dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI” ujarnya pada Selasa (15/06/2021).

 

Keterangan tersebut, juga disaksikan oleh Pimpinan Polda Sumatera Barat, diantaranya Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, di Mapolda Sumbar dalam konferensi Persnya dan diperlihatkan pelaku yang sudah berhasil diciduk oleh Polda Sumbar dan Pihak TNKS II Sumbar, baru – baru ini.

 

Ancaman bagi pelaku yang menggarap TNKS akan dikenakan ancaman 10 tahun penjara sesuai dengan Undang – Undang Cipta Kerja. (Melgi Anggia)