19 Oktober 2021

Adili Perusak Lingkungan, WALHI: Kajari Pessel Harus Eksekusi Terpidana Rusma Yul Anwar

Uslaini, Direktur Eksekutif Daerah (Direkda) WALHI Sumbar. (Foto: WA Caus)

PADANG, PP – Vonis kasus pengrusakan lingkungan di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat, mendapat perhatian dari banyak pihak. Berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 642/Pid.Sus-LH/2019/Pn.Pdg telah menjatuhkan vonis terhadap Rusma Yul Anwar dengan hukuman satu tahun penjara dan denda sebesar 1 miliar dengan subsider tiga bulan kurungan.

 

Rusma Yul Anwar bersama Kuasa Hukumnya sudah melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Padang dan kasasi ke MA, tetapi kedua upaya hukum tersebut kandas ditengah jalan, alias ditolak. Itu artinya, RA (sapaan akrab Rusma Yul Anwar) wajib menjalankan vonis hukuman pengadilan yang dijatuhkan kepada dirinya.

 

Namun, Rusma Yul Anwar, yang akrab disapa RA dan aktif menjabat Bupati Pessel itu, hingga saat ini, belum kunjung bisa di eksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pessel, disebabkan adanya alasan dari terpidana RA dan boikot massa yang menggeruduk upaya eksekusi Kejari Pessel pada tanggal 8 Juli 2021, lalu.

 

Dona Rumiris Sitorus, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pessel, menyampaikan alasan tersebut kepada Persada Post, namun pihaknya akan kembali mengeksekusi RA sesegera mungkin, dan tidak memberitahu kapan pasti jadwal eksekusi yang dimaksud.

 

“Tanggal 8 Juli sudah di eksekusi. Tapi terpidana tidak mau di eksekusi, kami sedang upaya kembali untuk eksekusi, mohon do’anya,” kata Dona Rumiris Sitorus, kemarin (12/09/2021), kepada Redaksi Persada Post.

 

Yang dirusak RA adalah Hutan Manggrove, dan sesungguhnya menjadi sumber untuk menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai dan darat. Selain itu, manfaat hutan mangrove juga akan membantu manusia dalam mendapatkan iklim dan cuaca yang paling nyaman untuk mencegah bencana alam.

 

Sebelumnya, Uslaini selaku Direktur Eksekutif Daerah (Direkda) WALHI Sumbar, tidak menjawab konfirmasi Persada Post. Namun, setelah dimuatnya berita tentang RA, yang berjudul; (klik) Kasus Lingkungan Hidup, Kajari Pessel Akan Kembali Eksekusi Terpidana Rusma Yul Anwar, pada malam harinya Uslaini, hanya memberikan jawaban singkat kepada Redaksi Persada Post, “Lagi tepar, habis vaksin,” ungkap Caus singkat, sapaan akrab Uslaini, Minggu malam (12/09/2021).

 

Sementara itu, pada pagi hari Senin ini (13/09/2021), Tomi Adam selaku Kepala Departemen (Kadep) Advokasi WALHI Sumbar, mengirimkan pesan teks WhatsApp kepada Redaksi Persada Post, menyikapi vonis dan eksekusi kasus RA.

 

“WALHI Sumbar menilai, sudah seharusnya Kajari Pessel mengeksekusi putusan yang telah inkrah tersebut. Terlebih ini adalah perusakan lingkungan (mangrove.red) yang dampaknya sangat merugikan bagi anak cucu kedepannya,” ungkap Tomi Adam, kepada Persada Post.

 

“Kedepannya, perusakan dan pencemaran lingkungan seharusnya tidak diabaikan begitu saja, dengan dalih pembangunan. Sebab, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang selaras dengan alam dan beraspek keberlanjutan, baik bagi sekarang dan masa depan,” imbuhnya.

 

“Dengan ini kita berharap ada efek jera bagi pelaku atau pelaku lainnya untuk tidak merusak lingkungan, khususnya mangrove yang ada di pesisir pantai Sumatera Barat,” tegasnya. (RAU/ Bravo Team)