21 Oktober 2021

Polda Sumbar Lanjutkan Proses LP Dodi Hendra: Epyardi Asda Terancam Pasal ini?

Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto,SIK, Kabid Humas Polda Sumbar. (Foto: WhatsApp Satake Bayu)

PADANG, PP – Mediasi pada hari Selasa tanggal 7 September 2021 lalu, terhadap kasus yang dilaporkan Dodi Hendra, Ketua DPRD Kabupaten Solok, di Polda Sumbar, kandas alias gagal total. Hal tersebut, disebabkan tidak hadirnya Epyardi Asda selaku terlapor, sebagaimana LP (Laporan Polisi) Dodi Hendra, dengan dugaan pelanggaran Undang – Undang ITE, beberapa waktu yang lalu.

 

Hal itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto,SIK, kepada Persada Post, baru – baru ini. Sehingga, ia membeberkan, bahwa penyelidikan terhadap kasus tersebut tetap dilanjutkan.

 

“Kemarin diundang mediasi, tapi ada yang tidak datang (maksudnya Epyardi Asda). Ya, kasusnya tetap lanjut untuk penyelidikannya,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar, Senin (13/09/2021) kepada Persada Post.

 

Biasanya, dari setiap kasus, apabila ditemukan dua alat bukti yang kuat dari penyelidikan dan ditingkatkan menjadi penyidikan, maka akan ditetapkan pula tersangka (TSK.red) dari kasus tersebut. Maka, demikian juga kasus yang dilaporkan oleh Dodi Hendra.

 

Untuk diketahui, jika memang memenuhi unsur, maka ancaman yang akan dihadang oleh Epyardi Asda, yang saat ini menjabat Bupati Kabupaten Solok itu, dapat disangkakan dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE; “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

 

Seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.

 

Sementara itu, ketika Persada Post melakukan konfirmasi kepada Epyardi Asda melalui telepon selulernya, hingga berita ini dimuat, tidak ada tanggapan sama sekali. (Bravo Team)