21 Oktober 2021

Kenapa Dodi Hendra Laporkan Epyardi ke Polisi? Ternyata Alasannya Bikin Baper

Dua dari kiri: Epyardi Asda, Dodi Hendra dan Jhon Firman Pandu (Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok/ Wakil Bupati Solok), saat - saat harmonis hubungan keduanya dan saling dukung dalam politik. Kondisi itu berbeda 180 derajat saat ini. (Foto: Ega Y)

ARO SUKA, PP – “Kok saya dizolimi, Bang,” ungkap Dodi Hendra, Ketua DPRD Kabupaten Solok, ketika ia ditanya Persada Post, terkait masalah yang datang silih berganti kepada dirinya itu di daerah yang teramat disayanginya tersebut.

 

“Saya merasa tidak pernah menzolimi dia (maksudnya Epyardi Asda, Bupati Solok.red). Tapi, mengapa seakan ada kasam yang ndak lapeh (Indonesia: dendam yang tidak lepas). Sehingga, berbagai lini tentang saya, dilibas semua sejak awal,” paparnya, dengan suara yang serak dan tampak bulir air mata yang berusaha dia tahan, beberapa waktu yang lalu di kediaman pribadinya.

 

Untuk diketahui, berbagai masalah dan kondisi yang tidak semestinya diterima oleh Dodi Hendra selaku Ketua DPRD Kabupaten Solok, dengan terpaksa ia terima.

 

Mulai dari anggaran. Ributnya rumah dinas Ketua DPRD di gembok. Mosi tidak percaya dari beberapa orang anggota DPRD Kabupaten Solok.

 

Baca; (Klik) Kisruh Politik Solok, Dodi Hendra: Mengapa Saya Harus Dizolimi? Sakitnya tuch Disini…!

 

Yang lebih parahnya lagi, dirinya dilengserkan kurang lebih oleh 25 orang anggota DPRD Kabupaten Solok lewat sidang paripurna yang dilakukan tanpa kehadirannya, belum lama ini.

 

Tidak sampai disitu saja, karena adanya postingan video disalah satu group media sosial, yang terkesan menjelekkan dirinya, Dodi dengan amat terpaksa pula akhirnya melaporkan Epyardi Asda ke Polda Sumbar.

 

Kasus itu saat ini akhirnya berlanjut, karena Epyardi Asda memilih tidak hadir, walaupun mungkin dia sendiri tahu apa sanksi hukum, jika kasus itu berlanjut dan akhirnya terbukti.

 

Baca juga: (Klik) Polda Sumbar Lanjutkan Proses LP Dodi Hendra: Epyardi Asda Terancam Pasal ini?

 

Saat dikonfirmasi Persada Post, Epyardi Asda hanya bungkam. Pesan singkat melalu SMS yang dikirim redaksi kepadanya, tidak mendapatkan balasan sama sekali, hingga berita ini dimuat. (Bravo Team)