19 Oktober 2021

Konstelasi Politik Solok Memanas, Yulfadri Nurdin Angkat Bicara

Yulfadri Nurdin,SH. (Foto: Desain RPG Networks)

AROSUKA, PP – Tampak makin memanasnya konstelasi politik di Kabupaten Solok dan telah menjadi rahasia umum perseteruan antara Dodi Hendra (Ketua DPRD Solok) dengan Epyardi Asda (Bupati Solok), membuat salah seorang tokoh politik di daerah itu angkat bicara.

 

Yulfadri Nurdin, mantan Wakil Bupati Solok, periode sebelum Epyardi Asda menjabat, menyayangkan konstelasi politik Solok yang memanas tersebut. Tetapi, dirinya menganggap dinamika itu masih terdapat hikmah, untuk masyarakat Solok dan terkhusus untuk eksekutif dan legislatif, agar lebih bersinergi.

 

“Disatu sisi ada hikmahnya. Ada dinamika antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan. Sehingga masyarakat dapat mengakses dan berpartisipasi,” ungkap Yulfadri Nurdin kepada Persada Post, belum lama ini.

 

“Cukup ada ruang (aspirasi dan akses) untuk itu dan terang benderang. Daripada masyarakat disuguhi barang jadi. Karena proses sosialisasi program pembangunan terkesan sedikit senyap dan formalitas pada masa lalu,” imbuhnya.

 

Namun, Yulfadri Nurdin meyakini, bahwa pada saatnya kondisi politik Solok yang memanas tersebut akan kembali kondusif. Dan, ia memastikan antara keduanya (Dodi Hendra dan Yulfadri Nurdin), tidak ada masalah pribadi.

 

Soal Pelengseran Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD

Ketika ditanya terkait dugaan upaya pelengseran Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD, dengan cara paripurna dan hasil pemeriksaan Badan Kehormatan (BK) DPRD Solok, beberapa waktu yang lalu, Yulfadri Nurdin enggan berkomentar lebih detail.

 

Menurutnya, soal jabatan Ketua DPRD, mestinya diselesaikan secara prosedur dan mekanisme yang ada. Biarlah pejabat wewenang yang mengurus dan menetapkannya.

 

“Kita tinggal menunggu hasilnya. Ruang partisipasi agak kurang disini, nanti bisa dianggap intervensi,” pungkasnya. (Team Bravo)