13 Januari 2022

Tahun 2021: Baznas Sawahlunto Melebihi Target Pengumpulan Zakat, Lewati Rp. 4,1 Miliar

Famil Umri, Wakil Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto, membidangi ADM dan Umum.

SAWAHLUNTO, PP – Ternyata selain mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaporan keuangan 4 kali berturut-turut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sawahlunto, bekerja maksimal dalam pengumpulan zakatnya. Kondisi saat ini sudah Rp. 4,3 Miliar, melebihi target di Tahun 2021 yang hanya Rp. 4,1 Miliar.

 

“Alhamdu Lillah, hingga akhir Oktober 2021 ini saja kita sudah melebih target, yang awalnya menargetkan Rp. 4,1 Miliar, sebelum habis 2021, sudah melebihi. Kita berharap hingga Rp. 4,4 Miliar untuk Tahun 2021. Dan, di tahun 2022, kita menargetkan Rp. 5,1 Miliar,” ungkap Famil Umri, Wakil Ketua BAZNAS Kota Sawahlunto, membidangi ADM dan Umum, kepada Persada Post dikantornya, Senin (29/11/2021).

 

Sekaitan penyaluran zakat BAZNAS Kota Sawahlunto, Fahmil Umri menjelaskan, bahwa pihaknya sangat ketat dan malah bagi yang mendapatkan bantuan modal usaha akan di pantau intensif, apakah benar – benar dilakukan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan harapan dengan modal yang diberikan itu.

 

“Maka, apabila dianggap tidak sesuai dengan tujuan pemberian bantuan tersebut, sangat dimungkinkan yang bersangkutan tidak lagi menerima zakat dalam bentuk pemodalan dari BAZNAS Kota Sawahlunto,” tegasnya.

 

“Kalau dikaji betul, sebenarnya keunggulan BAZNAS dibandingkan instansi lainnya dalam penyaluran dana ada 2 hal, yakni; 1). mudah dicairkan, sebab dana sudah tersedia dan dicairkan melalui survei serta verifikasi yang akurat. 2). Pekerjaannya adalah sangat sulit, jika di dalami secara teknis. Sebab, mengajak ummat untuk menunaikan zakat bukanlah hal yang mudah, misalnya dibandingkan lagi, dengan kewajiban pajak,” ungkapnya.

 

“Penyaluran zakat itu melalui proses, mulai administrasi hingga verifikasi faktual dilapangan dalam bentuk survei dan kemudian di plenolan hasil survei tersebut untuk menentukan layak atau tidak seseorang menerima zakat, sesuai dengan 8 Asnaf yang menerima manfaat zakat berdasarkan surat At-Taubah ayat 60,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Famil menjelaskan, untuk satu penyaluran zakat, survei dilakukan hingga dua bulan lamanya. Dan, dalam 1 kali penyaluran itu dimulai dari permohonan tingkat desa/kelurahan, terus ke kecamatan.

 

Lalu,  dari kecamatan diagendakan survey ke lapangan bersama – sama unsur pihak desa/ kelurahan, kecamatan dan Baznas.

 

“Semua bentuk permohonan yang masuk akan di survey ke lapangan seperti; bedah rumah (RTLH), modal usaha,  pendidikan (bantuan kuliah,  wisuda),  biaya masuk sekolah,  biaya berobat,  tanggap bencana. Kecuali fisabilillah yg sudah jelas asnaf-nya,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, 8 Asnaf yang menerima manfaat zakat berdasarkan surat At-Taubah ayat 60 tersebut, yaitu: 1). Fakir; Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. 2).Miskin; Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.

 

Kemudian, 3). Amil; Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. 4). Mu’allaf; Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah. 5). Hamba sahaya; Budak yang ingin memerdekakan dirinya.

 

Selanjutnya, 6). Gharimin; Mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. 7). Fisabilillah; Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.

 

Terakahir, 8). Ibnus Sabil; Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah. (Rico AU)