17 Januari 2022

Benarkah PKS Mendukung Cawanag Tapi Selo yang Diduga LGBT: Ternyata ini Faktanya

Foto yang tersebar di media sosial, tampak Hermanto selaku Anggota DPR RI/ Fraksi PKS (dua dari kanan) memampangkan simbol jari empat (nomor urut GMA) dan GMA (dua dari kri).

TANAH DATAR, PP – Di dunia politik, apapun bisa terjadi. Saling sikut dan saling fitnah, adalah ‘hidangan’ yang tidak bisa dihindari. Begitulah yang terjadi, di salah – satu pra Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di Nagari Tapi Selo, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, yang akan digelar tanggal 16 Desember 2021 mendatang.

 

Baca: Viral! Balon Wanag Tapi Selo Diduga LGBT: ini Penjelasan Lengkap ‘GMA’

 

Sebut saja ‘GMA’, Salah seorang Calon Wali Nagari (Cawanag) Tapi Selo yang diterpa oleh isu yang yang tidak mengenakkan, yakni diduga mengidap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Hal itu adanya beberapa pemberitaan di media massa Kota Pekanbaru, enam tahun silam dan diperoleh oleh warga nagarinya sendiri, sehingga menjadi hot issue akhir – akhir ini.

 

Tidak sampai disitu saja, GMA kononnya didukung oleh partai bernafaskan Islam; Partai Keadilan Sosial (PKS). Beberapa bukti foto dan pernyataan, berhasil dikumpulkan Persada Post, baik dilapangan maupun beberapa saluran media sosial.

Penyerahan bantuan ke Nagari Tapi Selo, yang juga dihadiri GMA (dua dari kiri).

Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Tapi Selo, yakni ‘WY’ mengutuk keras dan menduga kuat prilaku GMA dengan LGBTnya itu. Kutukan itu dengan terang – terangan ia beberkan di Group WhatsApp Luhak Tanah Datar, baru – baru ini.

 

Baca juga: (Masih) Salah Satu Calon Wanag Diduga LGBT, Inilah Pengakuan Mantan Ketua Panitia Pilwana Tapi Selo

 

Persada Post, beberapa kali melakukan kontak dengan GMA, memberikan ruang agar GMA mengklarifikasi kepada publik, khususnya masyarakat Nagari Tapi Selo.

 

Namun, GMA mengaku sangat sibuk dan tidak bisa melayani peluang klarifikasi tersebut dan menganggap dirinya bersih dari isu tersebut. Karena walaupun tidak meminta hak jawab atas pemberitaan terhadap dirinya sesuai Undang – Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Persada Post tetap memberikan kesempatan dan keadilan kepada GMA, agar bisa membuktikan dirinya  tidak seperti yang dituduhkan itu.

 

Lalu, sekaitan kabar dukungan PKS kepada GMA, yang juga cukup membuat publik gempar dan tercengang akhir – akhir ini, Persada Post kemudian melakukan konfirmasi kepada Adib Fadhil S.S selaku Ketua DPD PKS Tanah Datar dan H. Mulyadi Muslim Lc., MA, Datuak Said Marajo Nan Putiah yang merupakan salah seorang petinggi PKS di Sumatera Barat dan juga saat ini menjabat Sekretaris MUI Kota Padang.

 

Dukungan PKS kepada GMA, disinyalir melalui dana aspirasi yang berhasil di gelontorkan oleh kader PKS yang saat ini menduduki jabatan di DPR RI dan DPD RI ke Nagari Tapi Selo.

 

Untuk sekelas nagari, nilainya juga tidak sedikit, diperkirakan Rp. 1,4 Miliar. Kebenaran dana tersebut, sampai saat ini belum berhasil di verifikasi oleh Persada Post, namun beberapa foto menunjukkan beberapa waktu belakangan ini, Hermanto (Anggota DPR/ Fraksi PKS) dan Muslim Yatim (Anggota DPD RI/ Kader PKS) memang datang ke Tapi Selo dan didampingi GMA.

 

“Keunggulan dalam lobby kepada petinggi PKS dan penjabatnya yang sudah duduk di legislatif, memang kita acungkan jempol. Hanya saja, hal itu kan jelas tujuannya, pastinya untuk menarik simpati warga,” ucap WY didampingi tokoh pemuda dan masyarakat Tapi Selo lainnya, yang sempat berbincang dengan Persada Post, belum lama ini.

 

Sementara itu, Mulyadi Muslim sempat melakukan chat diskusi dengan Persada Post melalui WhatsAppnya, ia menganggap lambatnya respon Adib Fadhil dengan konfirmasi Persada Post, disebabkan merasa kurang berwewenang.

 

Ditanya dugaan kuat dukungan PKS kepada GMA, Mulyadi Muslim menjelaskan, “Konsep jurnalistik Islam menjaga kehormatan. Persepsi (terkait isu LGBT GMA dan dukungan PKS) yang beda, tidak ada titik temu”.

 

Sebenarnya, tujuan media mengkonfirmasi PKS adalah bentuk Tabayyun  yang artinya; mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan menyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas dan benar permasalahannya.

 

Tidak berapa lama setelah Mulyadi Muslim melakukan chat WhatsApp dengan Redaksi Persada Post, tiba – tiba saja Adib Fadhil membalas konfirmasi.

 

“Memang Genta (GMA) dulunya Caleg PKS di tahun 2019. Tapi sesuai aturan, ketika mencalonkan diri menjadi wali nagari, beliau secara resmi mundur dari PKS. Dan, PKS tidak ikut dalam kontestasi di Pilwana dan tidak mengarahkan dukungan kepada salah satu calon termasuk di Nagari Tapi Selo,” kata Adib Fadhil, dengan yakinnya, Jum’at (10/12/2021).

 

Lalu, ketika Persada Post mempertanyakan foto yang terdapat kader PKS, yakni Muslim Yatim, Hermanto termasuk Adib Fadhil sendiri di Nagari Tapi Selo dan juga terpampang GMA, ia hanya diam tanpa membalas kembali chat WhatsApp tersebut, hingga berita ini ditayangkan.

Pada foto yang ada garis merah, diduga kuat Adib Fadhil dan garis biru adalah GMA, saat Muslim Yatim turun ketengah masyarakat.

 

Akrobat politik yang ‘bak sirkus’ ini, makin menimbulkan tanda tanya besar, antara pernyataan dan fakta di lapangan. Tapi, saat ini masyarakat sudah sangat cerdas, apalagi ditengah pesta demokrasi.

 

Hanya saja, jika tidak berhati – hati dan jika salah pilih pemimpin serta kemudian yang terpilih tersebut bukan mendatangkan manfaat untuk daerah malah mudharat, maka berpikirkan sematang mungkin sebelum menentukan pilihan. Karena pilihan itu, akan dipersaksikan kelak di hadapan Allah SWT. (Nono/ Jefri/ Ad Bacox/ Yasin/ Red)