17 Januari 2022

(Eps 4) Wanag Pasie Laweh: Saya Tidak Tahu Kalau yang Dijual itu Tanah Pusako Tinggi, Kok Bisa?

Mukhtar Kiman, Wali Nagari Pasie Laweh.

TANAH DATAR, PP – Mukhtar Kiman, yang saat ini menjabat Wali Nagari (Wanag) Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, mengeluarkan pernyataan yang cukup menggelikan.

 

Ia meng-klaim, bahwa yang memilki nagari adalah KAN (Kerapatan Adat Nagari), ketika menjawab konfirmasi Persada Post, baru – baru ini, menyoal dugaan kuat jual beli tanah pusaka tinggi di Suku Chaniago Nagari Pasie Laweh, sehingga ia tidak bisa berbuat apa – apa.

 

“Iya, yang memiliki nagari ini adalah KAN. Saya kan hanya Wali Nagari,” ungkap Muchtar Diman, kepada Persada Post, melalui telepon selulernya, Sabtu (11/12/2021).

 

“Soal tanah pusako tinggi itu saya tidak tahu, kalau jual beli itu (oleh Ardinis Bakar dengan Isnania) memang ada,” ujarnya.

 

Baca: (Eps 3) Mak Katik: Gagalkan Jual Beli Tanah Pusako Tinggi di Pasie Laweh, Berbahaya!

 

Kembali dikonfirmasi, ketika dipersoalkan ternyata tanah tersebut adalah tanah pusaka tinggi, Mukhtar Kiman mengatakan, “Ya, dari awal-kan, kami tidak tahu. Kalau Pemerintahan Wali Nagari, pertama sekali kalau sudah ditanda tangani oleh ninik mamak yang bersangkutan, sesudah itu ditandatangani juga oleh KAN, tapi yang punya nagari ini kan KAN. Jadi, kami sebagai Wali Nagari, ndak bisa mengelakkan lagi, harus menandatangi juga jadinya”.

 

“Kecuali ninik mamak mereka tidak menandatangani, saya lupa juga sebenarnnya nama ninik mamaknya, pokoknya ada ninik mamaknya menandatangani,” imbuhnya.

 

“Kalau ini memang tanah pusako tinggi, yang membatalkan tentunya ninik mamak mereka ya,” celetuknya lagi.

 

Pernyataan Muchtar Diman tersebut, selain sangat menggelikan, juga menimbulkan tanda tanya besar dari beberapa orang yang dikonfirmasi oleh Persada Post.

 

Sebab, sangat aneh rasanya, jika seorang Wali Nagari tidak tahu soal demografi dan topografi wilayahnya. Apalagi terkait tanah pusako tinggi, yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

 

Apalagi, selain soal harta yang tidak bisa sembarang guna, juga merupakan fakta sejarah suku – suku di Minangkabau, yang menunjukkan identitas sejarah mereka dan wilayah kesukuan mereka secara turun menurun, ditandai dengan adanya tanah pusaka tinggi.

 

Baca juga: (Eps 1) Terkuak! Tanah Pusako Tinggi Dijual Tanpa Hak di Pasie Laweh Tanah Datar

 

Ringkasnya, tanah pusaka tinggi di Minangkabau, selain tidak boleh asal jual, juga dipergunakan sebaik – baiknya untuk para keturunan suku secara berkelanjutan, tepat guna dan bermanfaat.  (Tim Bravo/ Red 1)