Oleh: Rico AU Militer Post
Sahabat saya yang sebenarnya bernama asli Ismail Novendra dan lebih akrab disapa Ismail Raja Tega, sekarang sudah menjadi pengacara. Kira-kira penghujung tahun 2010 lalu, saya sempat satu ‘payung’ media massa dengan dirinya, yakni Koran Harian Aspirasi.
Namun, pada tahun 2011, kami harus memilih jalan masing-masing. Ismail Novendra melanjutkan perjuangannya untuk membesarkan Koran Jejak News dan saya mendirikan Koran Suara Keadilan Rakyat (SKR).
Ismail memang cakap dalam dunia media, baik dalam investigasi dan indept reportase, yang dengan berita-beritanya para pejabat terduga koruptor tidak hanya ‘merah telinga’, tetapi dapat ‘menggigil’ ketakutan; jika mendengar nama Ismail Raja Tega.
Senada dengan namanya itu; Ismail memang tega dan tidak ambil pusing dengan siapapun, saat menemukan adanya dugaan skandal dan indikasi korupsi. Ia akan jejal dengan berita dan mendorong LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) agar menindaklanjuti dengan laporan, sehingga Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan tindakan hukum, terkait temuan itu.
Kerja keras Ismail berbanding lurus dengan hasil yang ia capai saat ini. Ia tergolong wartawan yang paripurna dengan ekonominya dan tidak mengalami kesulitan berarti secara finansial. Karena, dibalik ‘keganasannya’ sebagai wartawan, ia juga piawai dalam berbisnis; apapun, yang penting halal lagi baik.
Sementara itu, setelah Jejak Media Group ia besarkan dan ia juga besar dalam wadah itu, jiwanya ‘tergelitik’ pula ingin jadi APH, yakni sebagai seorang lawyer, ungkapan yang lebih british-nya.
Setelah jadi pengacara saat ini, ketajaman ‘pisau’ analisis Ismail soal hukum, tentu makin lebih teruji. Karena, ia tidak main-main menjadi seorang lawyer. Hal itu ia akui belum lama ini di Jakarta, saat sedang bersama-sama berkegiatan dengan saya ke Dewan Pers dan DPR RI.
Dan, dirinya sudah melakukan persiapan yang sangat matang, untuk menjejal dunia lawyer dengan sangat-sangat serius. Cabang Kantor Hukum Ismail Raja Tega, sudah hadir pula di bilangan Jakarta Barat, cikal bakal dirinya akan menjadi pengacara kondang dan menangani kasus-kasus besar nantinya yang ada di pusat (Jakarta.red).
Lalu, bak adagium hukum yang berbunyi: Fiat Justitia, Ruat Caelum (Artinya: Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh). Tentu saja, sikap Ismail akan lebih dari pada sekadar adagium itu sebagai APH, yang juga masih menggandrungi serta memimpin Jejak Media Group selaku CEO.
Karena, Ismail bukan hanya memiliki ‘kerambit’ media, tetapi ia juga memiliki ‘samurai’ hukum, yang dapat ‘melibas’ apapun jenis penjahat, selama dirinya berhadapan dengan kejahatan itu.
Selalu sehat Bang Ismail, sahabat ku. Tetap semangat pagi dan jangan pulang, sebelum matahari terbenam di ufuk barat. (*)
