Setiap Hujan Deras Mengakibatkan Parit Meluap di Batang Gasan, Warga Cemas

Peristiwa141 Dilihat

Padang Pariaman – Persada Post | Warga yang bermukim di daerah Kampung Koto, Korong Sungai Sariak, Kecamatan Batang Gasan, mengkhawatirkan hari hujan, yang mengakibatkan air sungai menguap di kampung mereka. Hujan yang mengguyur 2 hari belakangan ini, Senin (5/10/2026), terbukti membuat air menguap di sungai tersebut.

 

Kepada Persada Post, warga mengeluhkan kondisi sekitaran parit di daerah itu, yang hampir selalu tergenang setiap kali hujan turun. Situasi itu terjadi berulang kali, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah setempat.

 

“Kondisi ini diperparah dengan semakin menyempitnya sempadan parit akibat keberadaan sampah. Parit kehilangan ruang untuk menampung debit air saat hujan deras, sehingga air mudah meluap ke kawasan permukiman,” kata warga kepada Persada Post.

 

“Genangan air seolah menjadi ‘langganan’ setiap musim penghujan. Daerah di kawasan ini dapat tenggelam dalam waktu singkat begitu hujan mengguyur. Kalau hujan deras, pasti meluap paritnya. Sudah sering sekali terjadi, dan sangat mengganggu aktivitas kami,” ungkap warga.

 

Sementara itu, Wali Korong Kampung Koto, Arman, menjelaskan penyebab utama banjir daerah tersebut berasal dari parit yang kecil, ditambah lagi banyak sampah dan tidak lagi memadai untuk mengalirkan air dalam jumlah besar.

 

“Parit di sini sudah kecil sekali, tidak mampu menampung air kalau hujan deras. Jadi air langsung meluap ke luar. Masyarakat Kampung Koto berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut. Kami menginginkan pelebaran parit atau pembangunan saluran baru agar air dapat mengalir dengan lancar dan tidak lagi menggenangi pemukiman,” tegas Arman.

 

“Kami berharap ada perbaikan secepatnya. Setiap hujan jadi was-was, takut kendaraan mogok atau anak-anak jatuh karena jalan licin,” imbuhnya.

 

“Perbaikan drainase dinilai menjadi solusi utama agar aktivitas warga dapat kembali normal, terutama saat curah hujan tinggi. Hingga kini, warga masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait untuk mengatasi masalah banjir jalan yang sudah lama mereka alami,” pungkasnya. (Rahmat Hasan Suandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *