Dampak Survei Indikator Politik Indonesia, Dewa: Vasko Ruseimy Memang Tak Tertandingi, Ia Berbuat!

Politik170 Dilihat

Jakarta – Persada Post | Hasil rilis lembaga survei nasional Indikator Politik Indonesia, periode 19–29 November 2025 kemarin, yang memposisikan Vasko Ruseimy (saat ini menjabat Wakil Gubernur Sumatera Barat) sebagai nama teratas dan jika maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat (Sumbar) sulit untuk tertandingi oleh Bakal Calon (balon) lainnya di daerah itu, mendapat tanggapan dari banyak pihak.

 

Salah-satu yang menanggapi adalah Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Komunikasi Masyarakat Piaman Indonesia (FKMPI) dan juga pembina Silek Harimau Lalok, M. Armawi Koto atau yang akrab disapa Dewa.


Baca juga: Vasko Ruseimy tak Tertandingi jika Maju Gubernur Sumbar, Berikut Hasil Surveinya…


“Hasil survei yang menunjukkan fakta, bahwa Vasko memimpin dengan angka 17,1%, mengungguli tokoh-tokoh lain seperti Andre Rosiade (8,9%) dan Mahyeldi Ansharullah (7,6%), saya rasa angka yang sangat pas. Pantauan saya, ia sejak menjabat Wagub Sumbar, memang nyata berbuat dan bertindak sesuai porsinya di tengah masyarakat diberbagai kesempatan dan keadaan,” ungkap Dewa, Senin (28/9/2026).

 

Untuk diketahui, dominasi tersebut kian tidak terbendung seiring pengerucutan jumlah kandidat dalam simulasinya.


Berikut hasil simulasinya:

  1. Simulasi Semi Terbuka 21 Nama: Vasko memimpin di angka 28,7%.
  2. Simulasi 11 Nama: Elektabilitas Vasko naik menjadi 32,4%.
  3. Simulasi 8 Nama: Dukungan Vasko menyentuh 34,2%.
  4. Simulasi 7 Nama: Keterpilihannya melonjak signifikan hingga 44,6%.
  5. Simulasi 5 Nama: Vasko kokoh di angka 45,5%.
  6. Simulasi 4 Nama: Vasko menembus ambang mayoritas mutlak sebesar 51,4%, berbanding jauh dengan Mulyadi (13,3%) dan Epyardi Asda (3,6%).
  7. Simulasi 3 Nama: Keterpilihan Vasko berada di rentang 52,2% hingga 53,3%.
  8. Simulasi Head-to-Head (2 Nama): Melawan Epyardi Asda, Vasko meraup dukungan hingga 60,1% berbanding 5,6%.

“Yang tidak kalah pentingnya, saya menilai ia menjadikan moral dan akhlak serta ketulusan ketika berbuat kepada masyarakat. Hal itulah yang menjadi pemicu kesenangan dan kepopulerannya di hati masyarakat Sumbar meningkat dari waktu ke waktu,” imbuh Dewa.

 

Lebih lanjut Dewa mengatakan, klaim dari Indikator Politik Indonesia, bahwa Vasko masuk dalam 3 besar figur yang paling dikenal publik secara nasional, berdiri sejajar dengan tokoh berpengaruh seperti Dedi Mulyadi (KDM) dan Sherly Tjoanda, dapat diuji dan sulit untuk dibantah.

 

“Vasko memang layak disetarakan dengan KDM dan Sherly. Ketiga pejabat dan tokoh publik ini terus tampil, bukan hanya sekadar pencitraan di media sosial saja, tapi jelas apa yang mereka perbuat,” tegas Dewa.

 

“Dan, saya ikut mengakui; sampai saat ini, memang belum ada figur politik lokal yang mampu mengimbangi akselerasi elektabilitas dan daya pikat sosial yang dimiliki oleh Vasko,” ungkapnya.

 

“Jadi, jika dikatakan Vasko layak pula maju di panggung Pilgub DKI Jakarta, saya rasa bukan isapan jempol belaka. Karena, ia sudah teruji di daerah (Sumbar.red) dan bukan gimik jika ia bisa didorong pula ke DKI Jakarta,” beber Dewa.

 

“Kami para tokoh di perantauan salut dengan Vasko. Merasa tenang hati melihat tindakannya yang cepat, tepat guna dan hati-hati. Apalagi saat terjadi bencana, Menteri Dalam Negeri saja mengakui kecepatannya dan ketepatannya dalam bertindak. Sehingga, dari 2 provinsi lainnya (Sumatera Utara dan Aceh), Sumbar menjadi daerah yang paling mumpuni menangani masa saat bencana dan sesudah bencana,” pungkas Dewa. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *