NTT – Persada Post | Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan: 7.7 SR, 30 km TimurLaut Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timiur (NTT), dengan waktu gempa: 15-Agu-26 04:58:24 WIB. Gempa tersebut berpotensi tsunami.
Dilansir oleh Detik.com, bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan info terbaru terkait penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan.
“Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu (15/8/2026), dilansir Detik.
Detik juga menulis, selain korban itu, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. BNPB dan pihak lain mengirim bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana.
Kerusakan Pelabuhan
Sementara itu, Antara melansir; Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) memperketat pemantauan dan pemeriksaan sejumlah pelabuhan di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026).
Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan fasilitas transportasi laut aman sebelum digunakan kembali, terutama di sejumlah pelabuhan yang mengalami kerusakan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub juga meminta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak meningkatkan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur pelabuhan.
Masih sumber yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengatakan keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas dalam penanganan dampak gempa.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap fasilitas pelabuhan yang terdampak gempa. Prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan petugas, serta memastikan fasilitas yang digunakan untuk pelayanan transportasi laut berada dalam kondisi aman,” ujar Masyhud dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026) siang.
Kerusakan Infrastuktur
Kompas melansir, Gempa juga menyebabkan 157 rumah rusak berat, 41 rusak sedang, dan 148 rusak ringan.
Sementara itu, hingga pukul 19.00 WIB, BMKG mencatat 377 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. Getaran masih dirasakan di sejumlah wilayah hingga malam hari.
Petugas masih melakukan evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG (Berbagai sumber)
