AG: Ketua KONI Sumbar Harus Utamakan Rekam Jejak dan Lepaskan Bayangan Gubernur

News845 Dilihat

Padang – Persada Post | Agusmardi atau yang akrab disapa AG, adalah wartawan yang konsentrasi dengan dunia olah raga. Ia menyorot suksesi jelang Musprov (Musyawarah Provinsi) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, yang kabarnya akan digelar dalam waktu dekat ini.

 

Kata AG, gelombang kritik dan harapan dari insan olahraga mulai menggema. Sejumlah pihak menekankan pentingnya menjaga dunia olahraga dari intervensi dan tekanan politik praktis, terutama yang bersumber dari kepentingan kekuasaan lokal.

 

“Olahraga Sumbar mesti dilepaskan dari tekanan politik gubernur (Maksudnya; Mahyeldi Ansharullah selaku Gubernur Sumbar). Jika figur-figur yang muncul terafiliasi dengan kekuatan politik tertentu, ini sinyal buruk bagi kemandirian olahraga kita,” ujar AG, yang juga merupakan seorang pengamat olah raga Sumbar itu, kepada Persada Post, belum lama ini.

 

Menurut AG, olahraga merupakan bagian dari politik kebangsaan yang menyatukan, bukan politik kepartaian yang justru berpotensi memecah belah. Oleh karena itu, ia menegaskan, bahwa kriteria calon Ketua Umum KONI Sumbar mesti disepakati dulu oleh insan olah raga Sumbar, bukan ditentukan elite politik.

 

“Calon ketua KONI idealnya adalah figur yang memiliki rekam jejak kuat dalam memimpin Cabang Olah Raga (Cabor) dan mampu membangun komunikasi yang solid dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan DPRD sebagai pemegang kebijakan anggaran,” tegas AG.

 

“Yang layak itu, salah satunya, harus pernah memimpin cabor dengan sukses. Jadi bukan sekadar punya nama, tapi juga terbukti di lapangan,” imbuhnya.

 

Beber AG, beberapa nama sempat disebut sebagai sosok yang dianggap memenuhi kriteria tersebut, di antaranya akademisi sekaligus tokoh olah raga; Prof. Syahrial Bakhtiar, pernah menjabat Ketua KONI Kota Padang. Selanjutnya; Budi Syukur, Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumbar, serta mantan politisi sekaligus eks Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Sumbar. Dan, Arkadius.

 

“Kita butuh figur yang mengerti peta politik anggaran, paham dinamika olahraga, dan tidak terjebak pada kepentingan sesaat. Contohnya; Arkadius, dengan pengalaman memimpin Cabor dan rekam jejak di legislatif, bisa menjadi salah satu opsi menarik jika dua nama lain tidak berkenan maju,” ulasnya.

 

“Suksesi KONI Sumbar tahun ini menjadi momentum penting bagi perbaikan tata kelola olahraga di Ranah Minang. Dunia olahraga membutuhkan pemimpin yang mampu membawa prestasi, bukan sekadar boneka politik yang hanya memperpanjang tangan kepentingan segelintir pihak. Olah raga mesti merdeka, agar prestasi bisa nyata,” pungkas AG. (Red PP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *