Mengapa JHT Bank Nagari dititip ke Bumi Putera dan Jasa Raharja? APH jangan Diam dan Kompromi!

"..jika yang bermasalah adalah tikusnya, jangan lumbungnya yang dibakar".

Tajuk Rencana1433 Dilihat

Polemik Jaminan Hari Tua (JHT) Bank Nagari akhir-akhir ini, dapat menuai pertanyaan yang spesifik soal tujuan dan apa alasannya dititip ke perusahaan asuransi Bumi Putera dan Jasa Raharja.

 

Menurut pengakuan nara sumber Persada Post, JHT dulunya dikelola langsung oleh Bank Nagari dan dapat mereka (pegawai Bank Nagari) pergunakan sebagai angsuran kredit rumah dan lain-lain. Tetapi, tiba-tiba pada tahun 2009 dialihkan ke Bumi Putera dan Jasa Raharja.

Baca> ‘Tangisan’ Ratusan Pensiunan Bank Nagari Tidak Dapat Pesangon, Dir Ops dan Tasman Bungkam?

Persada Post belum mendapatkan keterangan apapun dari pihak manajemen Bank Nagari, setidaknya dari; Pimpinan Divisi Sekretariat (Sekper) dan Direktur Operasional (Dir Ops) Bank Nagari, yang sudah dikonfirmasi.

 

Jika saja pihak manajemen Bank Nagari dapat memberikan keterangan lengkap dan mengimbangi informasi nara sumber Persada, spt NM dan FMD, tentu perihal JHT ini tidak akan menjadi ‘bola liar’ dan ‘bola panas’ ke depannya.

 

Dimungkinkan, JHT ini menjadi objek yang sangat empuk dan bisa saja dimainkan oleh seseorang yang sangat piawai dalam urusan pengelolaannya.

 

Karena, menurut pengakuan NM, sebanyak 30% dari gaji setiap pegawai Bank Nagari dipotong sebagai JHT, yang dititipkan ke Bumi Putera dan Jasa Raharja. Jumlah pemotongan itu adalah nilai yang sangat besar, jika dikalikan dengan jumlah keseluruhan pegawai tetap Bank Nagari.

 

Jika saja Aparat Penegak Hukum (APH) jeli dengan persoalaan JHT ini, jangan-jangan mereka dapat mengungkap sesuatu yang besar, sebagai efek finansial dari JHT tersebut.

 

Hanya, jangankan soal JHT, soal roadshow Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) dengan manajemen Bank Nagari saja, pihak APH masih diam hingga saat ini. Semoga Bank Nagari baik-baik saja dan tentunya ibarat kata bijak; jika yang bermasalah adalah tikusnya, jangan lumbungnya yang dibakar. Tangkap saja tikusnya dan lindungi lumbungnya. (*)


*). Oleh: Rico Adi Utama (Rico AU)

Pemimpin Redaksi Persada Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar