Parit Malintang – Persada Post | Sebuah akun Facebook bernama ‘Sekitar Sumbar’, mengaku mendapat pesan dari followersnya yang merupakan warga Sungai Geringging, Kamis (26/3/2026) lalu, yang menceritakan Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang sedang tidak baik-baik saja.
“Kiriman Warga Sungai Geringging ke messenger admin, mintak untuk dipost‼️,” tulis akun Sekitar Sumbar, mengawali statusnya.
Pesan tersebut ternyata berbentuk surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Aziz.

“Bapak Bupati Padang Pariaman yang terhormat. Hormat kami sekeluarga masyarakat Kampung Sungai Geringging, Kecamatan Sungai Geringging – kampung halaman yang seharusnya menjadi cermin karya dan perhatian bapak sebagai pemimpin yang kami percaya,” ungkap akun itu.
“Kami tahu betul, sifat bapak bukanlah seperti pejabat yang membedakan rakyatnya, yang hanya memilih sebagian untuk diberi perhatian. Namun kenyataan yang kami saksikan di depan mata membuat hati kami tertekan. Sungai Geringging, yang tak lain adalah sumber suara terbaik bagi bapak di kecamatan ini, kini terlihat terlantar. Banyak jalan kabupaten di sini rusak parah – lubang-lubang yang mengganggu perjalanan, permukaan yang tak rata hingga mengancam keselamatan warga, dan kondisi yang semakin memburuk seiring waktu. Jalan-jalan ini bukan tanggung jawab provinsi, melainkan kabupaten yang menjadi wilayah tanggung jawab Bapak,” imbuhnya.
“Kami tidak ingin melihat bapak hanya terburu-buru bekerja dengan gaya ‘jor-joran’ menjelang akhir masa jabatan, hanya untuk mengejar prestasi yang bisa dipamerkan setelah dua periode memimpin. Kami harus jujur: masyarakat sudah muak dengan janji-janji kosong yang selalu diucapkan para pejabat. Janganlah bapak mengikuti jejak mereka yang hanya peduli pada citra di akhir masa jabatan,” ulasnya.
“Kami tidak bisa menyembunyikan rasa iri hati kami ketika melihat kondisi kampung-kampung lain yang pernah diperhatikan oleh bupati sebelumnya. Bapak bisa saja melihat sendiri jalan menuju rumah almarhum Bapak MK dan almarhum bapak Ali Mukni, serta jalan menuju rumah Bapak Suhatribur – semuanya terawat dengan baik dan menjadi bukti bahwa perhatian pada kampung halaman bisa memberikan manfaat nyata bagi warga,” bebernya.
“Sebagai tambahan, kami ingin mengingatkan dengan penuh rasa hormat: kurangi lah kepercayaan yang terlalu besar pada sebagian bawahan bapak. Ada mereka yang hanya pandai menjilat dan menyembunyikan kebenaran di depan Bapak. Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang pernah mengganggu dan mengagalkan upaya bapak menjadi calon bupati pada masa lalu – mungkin bapak sudah melupakannya, namun masyarakat masih ingat dengan jelas,” tukuknya lagi.
“Kami menuliskan surat ini bukan untuk menyalahkan, melainkan karena masih memiliki harapan besar pada bapak. Jadilah pemimpin yang adil, merakyat, dan benar-benar peduli pada tempat yang melahirkan dan mendukung bapak hingga saat ini,” ujarnya.
“Demikian surat terbuka ini kami sampaikan. Semoga Bapak dapat mengambil langkah nyata untuk kemajuan kampung halaman kita bersama. Hormat kami – Masyarakat Kampung Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman,” tutup tulisan itu.
Dilain sisi, sejak Hari Minggu (29/3/2026), Redaksi Persada Post sudah mencoba melakukan konfirmasi melalui nomor WhatsApp Bupati Padang Pariaman, yang sering dipanggil JKA atau Mak Tuan itu. Namun, hingga sebelum berita ini dimuat, ia tidak memberikan tanggapan sama sekali alias bungkam, seperti bahasa Padang Pariaman ‘Anieng je Nyeeh’. (Rico AU)
