Dhaly Nahda, Tokoh Perantau Muda Piaman di Jambi: 2024 Padang Pariaman ‘Ganti’ Bupati?

Politik1774 Dilihat

Kota Jambi – Persada Post | Perbincangan hangat antara Redaksi Persada Post dengan Dhaly Nahda di indahnya malam Kota Jambi, berujung tentang Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024 di Kabupaten Padang Pariaman, yang diprediksi tidak lama lagi bakal digelar.

 

“Saya itu melihat kondisi kampung halaman (Padang Pariaman) saat ini, agaknya terkesan monoton dan belum nampak perkembangan yang signifikan dibeberapa sektor. Kenapa begitu? Tentunya saya mendapatkan beberapa pendapat, masukan dan menyaksikan sendiri ketika beberapa kali pulang kampung akhir-akhir ini,” ungkap Dhaly Nahda, yang merupakan tokoh perantau Piaman (Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya) di Kota Jambi, Minggu (17/03/2024).

 

“Sebenarnya, tergantung dunsanak (saudara.red) di kampung saja. Biasanya, ibarat pakaian ini, kalau rasanya pakaian itu membuat kita tidak nyaman, malah tidak dapat menyesuaikan kebutuhan kita, maka pakaian itu diganti saja. Saya rasa, dapat pula kita jadikan pembanding keadaan dengan kondisi daerah, kalaulah Bupati Padang Pariaman ini belum memuaskan, galang saja gerakan Ganti Bupati. Tapi, kalau toh masih bisa dipertahankan dan memungkinkan bisa berevaluasi, serta mampu meningkatkan kinerjanya untuk periode berikutnya, pertahankanlah,” bebernya.

 

Lebih lanjut Dhaly Nahda mengungkapkan, bahwa Padang Pariaman saat ini sudah seharusnya maju dan berkembang. Sebab, dengan besarnya potensi daerah itu, tinggal kepiawaian kepala daerah merangkul investor untuk masuk ke Padang Pariaman. Dan, para investor itu menghidupkan sektor industri kreatif yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat secara langsung.

 

“Jika hanya dengan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) saja, daerah kita tidak akan maju. Sebab, kue-kue dari APBD sudah jelas pembagiannya. Nah, kalau ingin lebih, agar daerah maju dan berkembang, kita harus merangkul investor. Sehingga, industri kreatif yang dihidupkan oleh investor dengan mengelola SDA (Sumber Daya Alam) Padang Pariaman yang sangat besar dan kaya, masyarakat terdampak positif pula perekenomiannya,” ujar Dhaly. (Red PP-01)