Palangkaraya – Persada Post | Melalui pernyatan resminya kepada Persada Post, Jum’at (25/4/2025) kemarin, Rico Alviano, ST Rajo Nan Sati, Anggota DPR RI Komisi XII (membidangi pertambangan), mengaku geram/ marah melihat banyaknya perusahaan tambang di Indonesia saat ini, yang justru hanya menikmati keuntungan pribadi dan tidak mengikuti aturan, serta kepedulian akan lingkungan.
Kegeraman itu ia sampaikan dalam Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI ke Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah pada Hari Kamis, Tanggal 24 April 2025.
“Kemarin Pak Rico Alviano berikan ketegasan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang tak taat aturan dan tidak peduli dengan lingkungan,” ungkap Dezzo, salah satu Staff Rico Alviano.

Senada dengan hal itu, saat sesi wawancaranya bersama TV Parlemen, Rico Alviano menyatakan, bahwa setelah ia dalami; ternyata ada banyak permasalahan di lingkungan tambang di Kalimantan.
Ia membeberkan, terdapat beberapa pihak yang melakukan penambangan ilegal tanpa ijin, kemudian hasil tambang diterima oleh pemegang IUP, yang biasa disebut dengan ‘dokumen terbang’. Sehingga, banyaknya penambang ilegal di daerah itu.
“Kita dalami, hampir seluruh perusahaan yang terkena proper, ada juga yang belum mengikuti, serta ada yang kena proper merah karna perusahaan tidak memperhatikan lingkungan. Dan, itu akan ada sanksi nya nanti. Serta, harus ada rehap DAS (Daerah Aliran Sungai) juga dalam proses ini,” ungkap Rico Alviano.
“Kalau masih bandel, blokir saja MOMS (Minerba Online Monitoring Sistem)-nya. Biar ngak bisa ngapa ngapain. Biar perusahaan bisa taat aturan,” tegasnya dalam kunjungan itu.
“Saya menyarankan, agar setiap perusahaan harus segera menjadi peserta proper. Karena proper merupakan tolak ukur perusahaan untuk mengelola lingkungan,” pungkasnya. (Adv)






