Padang Pariaman – Persada Post | Semenjak dimulainya operational untuk keluarnya para penumpang dari daerah melalui pintu terminal baru untuk kedatangan domestic/ arrival, pada 10 Agustus 2025 lalu, dan kedatangan international Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pada bulan September 2025, tampak adanya perubahan yang lebih baik.
Hal itu disampaikan oleh Hastanto selaku Manager Operational Angkasa Pura Indonesia cabang BIM. Ia pun tidak lupa mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak, yang telah mendukung terwujudnya terminal baru itu.
“Terima kasih atas support yang diberikan selama ini. Saat ini, BIM terus berbenah menuju perubahan, ketertiban dan keamanan dalam pelayanan terhadap publik, baik yang mau berangkat, maupun yang datang dari daerah lain,” kata Hastanto, baru-baru ini.
“Pemahaman & support tim kami dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban fungsi kami. Sehingga, ke depan kita seluruh stake holder merasakan perubahan-perubahan ini,” harapnya.
Lebih lanjut Hastanto menjelaskan, bahwa terlihat banyak perubahan di bandara BIM, salah satunya angkutan moda darat lanjutan yang saat ini terlihat sangat tertib & rapi. Kata dia, para penumpang yang baru datang dipersilahkan memilih sesuai dengan keinginannya, di BIM banyak macam angkutan lanjutan bagi penumpang yang baru mendarat, seperti kereta api, bus DAMRI, taksi dan angkutan online (Gojek, Grab dan Maxim), serta angkutan rental.
“Kami tetap komitmen kawal terkait ketertiban setiap hari, setiap saat, kami (saya pribadi, siang-malam, hari kerja/ libur) selalu mengawal, menghalau moda yang tidak resmi untuk mencari pengguna jasa yang berdampak bagi moda yang resmi. Walaupun masih sempat ada opini saya ada kepentingan,” tegas Hastanto.
“Reputasi BIM, juga menjadi perhatian. Apabila tidak tertib, akan menjadi temuan yang tentu akan berdampak kepada reputasi BIM (bisa menjadi down great kategori BIM). Dan, kami minta mohon menjadi pemahaman kita bersama,” pungkasnya. (Dalta Juhenrio)






