Padang – Persada Post | Proyek destinasi wisata unggulan Sajuta Janjang Lereng Singgalang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang sejak awal digagas untuk kesejahteraan masyarakat, kini kondisinya terbengkalai. Miliaran rupiah dana yang telah dikucurkan seolah terbuang percuma, tentunya meninggalkan luka bagi anak nagari yang sejak awal menaruh harapan besar terhadap destinasi itu.
Dari sumber yang dapat dipercaya, untuk diketahui, gagasan Sajuta Janjang lahir pada momentum Pulang Basamo Perantau Pakan Sinayan se-Jabodetabek tahun 2013 lalu itu, dipelopori Ketua Umum KRAP Jakarta, Mel Sofyan, bersama perangkat Kanagarian Pakan Sinayan. Ide tersebut disambut hangat sebagai simbol kebersamaan antara perantau dan anak nagari, sekaligus cita-cita untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, melalui press release Mel Sofyan kepada Persada Post, bahwa sebagai tanda awal, Tugu Lereng Singgalang diresmikan bersama Bupati Agam kala itu. Ribuan warga hadir, menyaksikan tekad bersama untuk menjadikan Sajuta Janjang ikon wisata baru Sumatera Barat. Dukungan pun mengalir dari Pemerintah Kabupatenn (Pemkab) Agam dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Lahan masyarakat dihibahkan, perencanaan dibuat, dan pembangunan resmi dimulai pada Tahun 2017 dengan biaya miliaran rupiah.
“Namun pandemi Covid-19 pada 2020 menghentikan seluruh proses pembangunan. Hingga kini, proyek yang semestinya menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar itu terhenti, menyisakan bangunan mangkrak di lereng Singgalang,” ungkap Mel Sofyan, sebagaimana press release yang diterima, Senin (22/9/2025) kemarin.
“Padahal, lokasinya sangat strategis—hanya 5kilometer dari Kota Bukittinggi, kota wisata utama di Sumatera Barat. Jika rampung dan dikelola dengan serius, Sajuta Janjang bukan hanya akan mendongkrak perekonomian Kabupaten Agam, tetapi juga menjadi penopang penting pariwisata Bukittinggi,” bebernya.
“Kini harapan masyarakat nagari pupus dengan terbengkalainya proyek tersebut. Jangan sampai miliaran rupiah yang telah digelontorkan terbuang sia-sia. Kami sangat berharap pemerintah pusat turun tangan agar Sajuta Janjang benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya anak nagari Pakan Sinayan,” imbuhnya.
Mel Sofyan mengatakan, bahwa tanpa campur tangan nyata dari pemerintah pusat, Sajuta Janjang hanya akan menjadi monumen kegagalan. Tetapi bila diprioritaskan, destinasi ini bisa menjelma menjadi ikon pariwisata baru Sumatera Barat dan motor penggerak ekonomi bagi masyarakat Agam dan sekitarnya.
“Kini saatnya pemerintah pusat hadir, agar mimpi besar anak nagari Pakan Sinayan tidak terkubur di lereng Singgalang,” pungkas Mel Sofyan. (Ossie Gumanti)






