Anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco, tampak sedang menunjukkan androidnya kepada anak - anak Kongo. (Foto: Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco)

Kongo – Persada Post | Kemampuannya dalam memberikan manfaat dan nilai guna untuk masyarakat dan sesama pasukan PBB, menjadikan Satgas Kizi TNI selalu melekat baik di hati masyarakat Kongo.

 

“Satgas Kizi TNI di Kongo adalah milik Kita bersama”, itulah yang selalu digaungkan masyarakat di Republik Demokratik Kongo (RDK), kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

 

Pernyataan itu sudah di release secara resmi oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco, Rabu (5 Oktober 2022). Dimana saat ini, Satgas sedang melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian PBB di Kongo dibawah pimpinan Letkol Czi Bambang Santoso selaku Komandan Satgas (Dansatgas). Selain melakukan pekerjaan konstruksi juga mendapatkan mandat dari PBB yaitu Protection of Civilian (PoC), yang dilakukan dengan pendekatan Humanis dalam misi Monusco.

 

Satgas Kizi TNI Monusco mengedepankan peran aktif kegiatan kemanusiaan yang dikenal dengan Cimic (Civil-Military Cooperation). Kegiatan itu memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat lokal karena dapat memenangkan hati dan  pikiran rakyat Kongo.

Salah seorang personil Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco, bersama ibu – ibu Kongo. (Foto: Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco)

“Kita lakukan pendekatan dengan berikan sesuatu yang bermanfaat, sehingga kita dipercaya, mereka menerima kehadiran kita dan merasa terlindungi serta membuat kelompok bersenjata berkurang,” ujar Letkol Czi Bambang.

 

Disamping itu, mencermati buruknya kesehatan masyarakat Kongo, Tim Kesehatan Satgas Kizi TNI bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan.

 

Seorang warga Kongo bernama Condez mengatakan, “Di desa kami banyak yang menderita Malaria, namun tidak ada yang berobat ke dokter karena biaya sangat mahal, Kami sangat bersyukur ada Papa Indo (Sebutan untuk TNI di Kongo) sehingga kami bisa berobat gratis”.

 

Satgas Kizi TNI juga aktif membantu tempat-tempat ibadah yang berada di sekitar Kamp seperti Masjid Kota Beni, Gereja Katolik Eglise Mavivi, dan Madrassatu Rakhwaahiyatil-Islamiya Kota Beni. Kontingen Indonesia melakukan aksi memperbaiki gereja-gereja, memberikan sumbangan Al-Qur’an dan sembako serta mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada masyarakat.

 

Syeikh Saadi Ngonda Hassan, Kepala Madrasah Beni mengatakan, “Di Kota ini ada sekitar 1.600 muslim yang belum bisa baca Al-Qur’an karena kami tidak memiliki tenaga pendidik dan kurangnya sarana prasarana, Kami sangat berterima kasih atas kepedulian anda mengajari anak-anak kami”.

Anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco, ikut memberikan pelajaran agama kepada anak – anak Kongo. (Foto: Satgas Kizi TNI Konga XX-S Monusco)

Satgas Kizi TNI juga men-deploy pasukan ke daerah lain di Kongo seperti kota Mayi Moya, Eringeti, Mambangu, Komanda, Kilia, Mutwangga, dan perbatasan dengan negara Rwanda di Rumangabo. Di sana personel Kizi membangun kamp militer Tentara Nasional Kongo (FARDC), kamp militer kontingen negara lain, dan  jalan raya provinsi.

 

Selain melakukan pekerjaan konstruksi, Satgas ini juga mengadakan kegiatan bakti sosial kepada masyarakat setempat dengan memberikan bantuan makanan kepada masyarakat di sekitar kamp dan mengadakan Psychological healing bagi anak-anak yang terdampak konflik. (Rel)

Please follow and like us:

By Redaksi

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial