Wow! Yobana Samial Klaim Potensi PKDP Trilyunan Rupiah, Benarkah?

Jakarta – Persada Post | Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) DKI Jakarta, H. Yobana Samial, SH, M.Kn, menyatakan klaim yang sangat mengejutkan, tentang organisasi yang dipimpinnya itu. Mantan Pengacara dan Perwira TNI tersebut, kembali menyampaikan pemikiran bernasnya, yaitu mengklaim; bahwa Potensi PKDP trilyunan rupiah.

 

Pernyataan itu dibenarkan oleh Yobana Samial. Sehingga, banyak kalangan yang mempertanyakan ide dan pemikirannya itu, tentang; apa yang akan dilakukan PKDP?, dari  mana diperoleh PKDP? Dan bagaimana mengelolanya hasilnya nanti?.

 

Menjawab hal itu semua, Yobana Samial menjelaskan, bahwa memang hal itu tidak mudah, seperti membalikkan telapak tangan. Katanya, banyak yang harus dilakukan oleh PKDP dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Padang Pariaman selaku pembina PKDP serta harus bekerja keras.

 

“PKDP harus membangun hubungan ranah dan rantau, khususnya:   Ranah Korong dengan Rantau Korongnya. Kenapa demikian? Karena hubungan emosional kuat itu ada pada Ranah Korong (setingkat RT) dan Rantau Korong, yaitu hubungan orang tua; mamak; etek; keponakan; adik-kakak; guru, teman-sahabat, famili dan sebagainya,” beber Yobana Samial.

 

Lebih lanjut iapun menjelaskan, juga dapat dilakukan dengan: PKDP, melalui organisasi sayapnya, yaitu Ikatan Keluarga Kecamatan/Nagari (IKA Kecamatan), membentuk lahirnya IKA Korong, yang DPP-nya di Jakarta dan di daerah DPW, DPD, DPC hingga DPR-nya. Artinya, hanya satu nama IKA Korong di Indonesia. Tentu, juga IKA Kecamatan demikian. Tentu, akan terbentuk garis koordinasi dan komando, sehingga satu kata dalam bertindak, terutama dalam mobilisasi dana.

 

“Selanjutnya, PKDP harus mendorong Ranah Korong dan Ranah Rantau mendirikan program, yaitu PAUD; TK; pengajian; menegakkan shalat 5 waktu di mesjid/surau; SD Plus Surau; ber-korban/ tahun; pemberdayaan masyarakat; membangun ini – itu dan lain sebagainya,” imbuhnya.

 

“Ranah Korong dan terutama Rantau Korong memobilisasi pencarian dana untuk membiayai program dimaksud,” tegasnya.

 

“Catatan, ada Korong yang bisa mengumpulkan dana ratusan juta, malahan milyaran setiap tahun secara sporadis saja dan tanpa garis komando. Seandainya setiap Korong (Kabupaten Padang Pariaman: 603 dan Kota Pariaman : ?) bisa mengumpulkan dana 1 milyar/ tahun, maka di Kabupaten Padang Pariaman saja akan terkumpul dana 603 milyar/setahun, begitu juga di Kota Pariaman,” katanya lagi.

 

Menurut Yobana, PKDP harus melakukan pendaftaran Hak Intelektual (Hak Cipta, Merek, Paten dan Budaya) yang sterategis diberbagai bidang. Salah satu yang strategis, antara lain dibidang hak merek kuliner.

 

“DPW PKDP DKI Jakarta akan mendaftarkan hak merek masakan khas Piaman, yaitu : WARLE (Masakan Padang), dengan Merek: Pical Lele Piaman, WARNAS (Masakan Padang) dengan merek: Ampera Piaman, WARIBU (Masakan Padang), dengan merek: Ikan Bakar Uniang Piaman, WARMIN (Minuman Padang), dengan merek: Teh Talua Piaman Special, dengan manfaat mengobati berbagai penyakit dan tanpa gula pasir, tetapi tetap manis,” jelasnya.

 

Alasan Yobana, yaitu WARLE (Warung Lele), WARNAS (Warung Nasi), WARIBU (Warung Ikan Bakar Uniang) dan WARMIN (Warung Minuman) di hak merek-an, karena prihatin melihat Rumah Makan Padang pada pagi hari tergerus oleh WARTEG yang telah bermetaforsa lebih baik, buka 24 jam; dan sore (malam) hari tergerus oleh Pecel Lele (Jawa) disajikan hangat dan begitu juga dengan WARIBU dan WARMIN.

 

“Dengan kehadiran 4 Hak Merek ini, PKDP akan melakukan metaforsa masakan kuliner Padang lebih baik dari WARTEG atau PECEL LELE (Jawa), dengan ciri khas ke Piaman-an rasa dan penampilan). Dahulu orang Minang buka Rumah Makan Padang satu, kemudian menjadi dua, tiga dan seterusnya. Sekarang, buka satu, bankrut, akhir jadi gojek online prihatin kan,” tukuknya.

 

“Orang Piaman siapa saja boleh pakai nama itu, asal saja bayar zakat setiap hari 2,5% dari keuntungan setiap hari (hitung sendiri keuntungan-berhitung dengan Allah).  PKDP akan membina Warung itu dalam segala hal, termasuk permodalan. Seandainya, WARLE, WARNAS, WARIBU dan WARMIN ada 10.000 suatu sa’at (Indonesia) dan setiap orang berzakat Rp. 50.000,- /hari. Berapa yang terkumpul  satu hari? 500 juta; sebulan 15 milyar; setahun 180 milyar. Masyaa Allah,” ujar Yobana.

 

“PKDP harus mendirikan organisasi sesuai bidang – bidangnya, seperti  Ikatan Pengusaha Rumah Makan Padang Piaman Indonesia, Ikatan Pengusaha Toko Sepatu Piaman Indonesia, dan Ikatan lainnya. Dari organisasi ikatan itu, kita atur zakat anggotanya. Pokoknya, setiap pengusaha piaman akan berzakat melalui PKDP,” bebernya lagi.

 

“PKDP akan membangun gedung serba guna diberbagai tempat, terutama anggota PKDP yang jumlahnya banyak. Disitu ada mesjid, Sekretariat PKDP, Pujasera Piaman, wisma dan tempat pesta/ pertemuan. Tentu, akan mendatangkan uang untuk PKDP,” tegasnya.

 

“Soal Pengelolaan? Pengelolaan dana di PKDP di atur dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sedemikian rupa, sesuai standar acounting; dan pengelolaan di Ranah Korong dengan organisasi khusus dan harus trust/ dapat dipercaya,” tutup Yobana Samial. (Rico Adi Utama Dato’ Panglima)