Dugaan Ijazah Palsu Aleg Solok Terpilih Masih Berproses di Polda Sumbar, Tasman Bungkam?

Peristiwa3071 Dilihat

Padang – Persada Post | Anggota Legislatif (Aleg) terpilih pada Pileg (Pemilihan Legislatif) Kabupaten Solok 14 Februari 2024 kemarin, yakni bernama Tasman Putra, yang berasal dari Partai Gerindra, tampaknya bakal menghadapi masalah hukum yang serius, yakni dugaan ijazah palsu Paket C, yang diterbitkan oleh salah-satu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Kota Padang.

 

Dugaan ijazah palsu yang dilaporkan oleh Yonder WF Alvarent, Ketua DPW 234 SC Provinsi Sumbar itu, dikabarkan sudah diselidiki dan disidik oleh pihak Polda Sumbar dan masih berproses hingga saat ini.

 

Dikuatkan, ternyata sudah adanya keterangan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang yang berhasil diperoleh Redaksi Persada Post, Nomor: 421.9/2387/Dikbud Pauddikmas.2/2024, perihal: Keterangan Data, yang menerangkan, bahwa pada sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) pihaknya, terdapat adanya perbedaan data atas nama Tasman Putra.

 

Untuk diketahui, dilansir dari beberapa media; Tasman Putra maju menjadi Caleg DPRD Solok di Dapil Solok 4 dengan melampirkan fotocopy ijazah Paket C yang diterbitkan oleh PKBM Farilla Ilmi tahun 2018.

 

Namun, sebagaimana yang dikutip dari SumbarTime.Com, PKBM Farilla Ilmi tidak pernah mengeluarkan ijazah Paket C atas nama Tasman Putra tahun 2018.

 

Anehnya, Tasman Putra dalam sejumlah pemberitaan membenarkan bahwa apa yang dikatakan oleh LSM tersebut adalah benar, yaitu dirinya tidak memiliki ijazah Paket C dengan tahun tamat 2018, ia justru mengatakan tamat Paket C tahun 2021.

 

“Saya hanya punya ijazah Paket C dengan tahun tamat 2021, bukan tahun 2018,” kata Tasman pada wartawan.

 

Dua pengakuan yang aneh tersebut, menarik berbagai kecurigaan. Sehingga, Persada Post mencoba mengkonfirmasi langsung Tasman Putra, Selasa (1/10/2024). Tetapi, hingga berita ini tayang, Tasman tidak bergeming sama sekali, alias bungkam, walaupun sudah dicoba dilakukan kontak telepone WhatsApp dan chat ke nomor yang diduga kuat adalah miliknya. (Delta Team)