Jakarta – Persada Post | H. Andre Rosiade, SE, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI (Fraksi Gerindra), menilai kebijakan pengetatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam (SDA) nasional.
Sebagaimana yang dikutip Persada Post dari laman media sosial facebook resmi Andre Rosiade, menurutnya, kedua kebijakan tersebut berhasil membawa pulang dana hasil ekspor yang selama ini diparkir di luar negeri, sehingga memberikan dampak positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan IHSG.
“Kebijakan DHE dan PT DSI ini menunjukkan pemerintah di jalan yang benar. Kita sukses membawa pulang USD hasil ekspor yang selama ini diparkir di luar negeri, sehingga dampaknya nilai tukar Rupiah menguat dan IHSG meningkat,” kata Andre Rosiade, Selasa (16/6/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, keberadaan DSI memungkinkan pengawasan ekspor komoditas SDA lebih ketat, memastikan penjualan dilakukan pada harga yang optimal, serta mendorong hasil penjualan komoditas kembali masuk ke sistem keuangan nasional.
“Dampaknya sangat langsung. Masuknya dolar ini memperkuat nilai tukar Rupiah. Tentunya kinerja masing-masing perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang SDA juga ikut meningkat. Nilai perusahaannya naik, dan ujungnya mendorong IHSG meningkat tajam,” beber Andre.
Selain itu, Andre menilai pengelolaan ekspor melalui satu pintu dapat mempersempit ruang praktik underinvoicing dan underpricing yang berpotensi merugikan negara. Ia meyakini tata kelola baru tersebut akan menjaga penerimaan negara sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional dalam jangka panjang.
“Secara pasti, ke depan kebijakan ini akan menyelamatkan Indonesia dari kebocoran USD 908 miliar yang hilang selama tiga dekade kemarin. Ini menunjukkan kebijakan ekonomi pemerintah sudah berada di jalan yang benar,” pungkasnya. (Rel/ Red PP)
