Temuan Mayat yang Sudah Membusuk di Siak Hulu, ini Kata Polisi

Peristiwa54 Dilihat

Kampar – Persada Post | Seorang pria, yang diketahui bernama Abrar Fagreni (52 tahun) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi sudah membusuk di rumahnya di Jalan Muhajirin, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Sabtu (18/4/2026) sekira pukul 18.30 Wib.

 

Melalui press release resmi Humas Polres Kampar, hal itu benarkan oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S melalui Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial.

 

“Benar, korban tinggal sendiri dan korban juga sempat mengeluh sakit di bagian jantung,” ujar Kompol Deni Afrial.

 

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa penemuan mayat ini pertama kali oleh Zulfahri merasa curiga melihat korban sudah beberapa hari tidak datang ke Masjid.

 

“Lalu Zulfahri mendatangi pondok (rumah) korban dan memanggil dari luar rumah namun tidak menjawab kemudian ia mengintip dari sela-sela jendela dan melihat korban dalam keadaan tubuh membengkak dan menghitam,” beber Kapolsek Siak Hulu.

 

Melihat kondisi tersebut, Zulfahri memanggil warga sekitar untuk melihat kondisi korban dan warga berkumpul disekitar lokasi dan melihat korban sudah meninggal dunia.

 

“Pihak aparat Desa setempat kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk mengamankan tempat kejadian,” jelas Kompol Deni.

 

Lebih lanjut Kompol Deni membeberkan, Kanit Reskrim AKP Jonera Putra Polsek Siak Hulu, mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Pihak Keluarga terkait penanganan, serta sejumlah saksi, warga, aparat RT Desa setempat sekaligus menghubungi petugas ambulance.

 

“Disana anggota langsung melakukan olah TKP dan pengecekan mayat dan ditemukan kondisi seluruh tubuh sudah menghitam dan membengkak, selanjutnya dilakukan evakuasi korban menggunakan kantong mayat dan dibawa dengan ambulance ke RS Bhayangkara,” beber Kompol Deni.

 

Kompol Deni mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, korban sering mengeluh memiliki sakit jantung dan ketergantungan obat dan meminta Zulfahri untuk melihat kondisinya, karena korban tinggal sendiri di dalam pondok yang sudah selama kurang lebih 2 tahun tinggal disana.

 

“Pihak keluarga menolak Autopsi dan dari hasil visum tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, kini korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan,” pungkasnya. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *