Batang Anai – Persada Post | Pantauan Tim Persada Post di lapangan, bahwa kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman (PaPa) saat ini sepi. Hal tersebut adalah akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau sejak 5 September 2026 kemarin.
“BIM masih sepi, imbas tutupnya Bandara Soetha, akibat erupsi Anak Krakatau. Hari ini, Senin (07/09/2026), BIM yang biasa nya sudah ramai dengan hiruk pikuknya para penumpang (PAX), yang berangkat atau yang tiba dari Jakarta dan daerah lain di Pulau Jawa, mendadak sepi sekali,” laporan Dalta Juhendrio, reporter Persada Post.
“Ditinjau dari akun Instagram Injourney Bandara, yang terdampak semburan Erupsi anak Krakatau yang terjadi pada 05 September 2026, 4 Bandara di seputaran radius terdekat, hingga hari ini masih memperhatikan kondisi aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau. Terdapat beberapa Bandara masih mengalami penghentian operational penerbangan, antara lain: Bandara Soekarno – Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II, Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung,” terangnya.
Didapat juga informasi, sebelumnya, BIM melayani sebanyak 21 penerbangan dari dan menuju BIM, Senin Tanggal 7 September 2026, dibatalkan. Yaitunya, 21 penerbangan: 11 kedatangan dan 10 keberangkatan, rute Padang–Jakarta (Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma).
Adapun jumlah penumpang yang terdampak mencapai 2.318 orang (970 penumpang kedatangan dan 1.348 penumpang keberangkatan), hingga pukul 12.00 WIB, Minggu (6/9/2026), keputusan akhirnya diambil oleh PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM demi menjaga keselamatan penumpang dan kru akibat gangguan abu vulkanik di wilayah udara Jakarta.
Namun, Persada Post saat ini masih menunggu keterangan lengkap dan up to date dari pihak Angkasa Pura II (AP II) BIM PaPa, setelah dilakukan konfirmasi dengan Brand Komunikasi dan BCR-nya. (Tim)
