Padang Pariaman – Persada Post | Airport Operation Services & Security Division Head Angkasa Pura Indonesia (API)/ InJourney Airports Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Erwin Adiyasha, mengatakan, bahwa penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma akibat abu vulkanik (Gunung Anak Krakatau), berdampak langsung pada terputusnya konektivitas rute utama dari dan menuju BIM, mengingat Jakarta adalah salah satu hub penerbangan terpenting bagi penumpang asal Padang (Sumatera Barat).
Katanya lagi, seluruh maskapai yang melayani rute BIM–Jakarta PP terpaksa melakukan pembatalan penerbangan demi keselamatan operasional penerbangan dari paparan debu vulkanik.
“Sejak kemarin hingga pagi ini, tercatat sebanyak 44 penerbangan dari dan ke Jakarta mengalami pembatalan, dengan total penumpang terdampak mencapai 5.857 orang. Seluruh penumpang yang terdampak telah diarahkan oleh pihak maskapai untuk melakukan proses reschedule (jadwal ulang) maupun refund (pengembalian dana) sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Erwin Adiyasha, Senin (7/9/2026) kepada media.
Baca juga: Dampak Erupsi Anak Krakatau, BIM PaPa Sepi: 21 Penerbangan Dibatalkan
“Secara umum, operasional Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sendiri berjalan normal dan tidak terdampak secara langsung oleh abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ruang udara di sekitar BIM terpantau aman dan hasil paper test harian menunjukkan permukaan bandara bersih dari debu vulkanik, sehingga rute penerbangan selain ke Jakarta masih dapat beroperasi dengan lancar,” imbuhnya.
“Kami menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan ke Jakarta untuk tidak langsung datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangan terkini melalui pihak maskapai masing-masing. Kepada masyarakat luas, kami mohon pengertiannya karena situasi ini merupakan bentuk force majeure demi memprioritaskan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first),” pungkasnya. (Red PP)
