Dharmasraya – Persada Post | Beredar informasi yang berkembang di media group Nahdlatul Ulama Sumatera Barat (Sumbar), bahwa diduga Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Dharmasraya diberhentikan dari jabatannya atas perintah Ketua Terpilih Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sumbar.
Informasi itu menyebutkan, pemberhentian tersebut terjadi karena yang bersangkutan hadir dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar, yang tidak direstui oleh Ketua PW GP Ansor Sumbar.
“Assalamualaikum, saya mendapat laporan, bahwa Kasatkorcab Banser Dharmasraya akan dipecat oleh Ketua Ansor Dharmasraya atas perintah PW Ansor terkait pengamanan Pelantikan PWNU oleh Banser Dharmasraya.
Apakah sudah separah itu kah Generasi Penerus Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat, siapa Ansor, siapa NU. Siapa NU, siapa Ansor?,” tulis salah anggota group NU, baru-baru ini.
Lebih lanjut, menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, kehadiran Kasatkorcab Dharmasraya dalam pelantikan PWNU Sumbar, dinilai sebagai bentuk ketidaktaatan terhadap garis kebijakan organisasi.
“Kami sangat menyayangkan langkah ini. Seharusnya ditegur dulu dan Ketua PW Ansor Sumbar jangan arogan dalam mengambil keputusan apalagi ini hajatnya Ayahanda Nahdlatul Ulama, bukankah suul adab,” ujar salah satu tokoh GP Ansor Sumbar, Kamis (22/5/2025).
Menyikapi hal itu, Chaydirul Yahya selaku Ketua PW GP Ansor Sumbar, akhirnya angkat bicara. Kepada Persada Post, ia mengatakan, bahwa kewenangan memberhentikan Kasatkorcab Banser adalah Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Dharmasraya.
“Karena, Kasarkorcab itu adalah hak/ wewenang dari pada PC. Tidak ada dari PW memberhentikan itu. Karena SK (Surat Keputusan) itu mengacunya dari cabang,” ujar Chaydirul Yahya, Kamis (22/5/2025) melalui telepon WhatsApp-nya.
“Terkait pemberhentian sahabat kita itu, dari Kasatkorcab itu; dikarenakan ketidakharmonisan dan kepatuhannya terhadap pimpinan cabang. Jadi, tidak ada pula dari pimpinan wilayah, dengan adanya narasi dia hadir kegiatan PWNU itu tidak ada hubungan dengan pemberhentian itu,” imbuhnya.
“Saya tidak ada pula melarang sahabat-sahabat untuk mengikuti agenda PWNU Sumbar. Narasinya seolah-olah mengadu domba saya dengan PWNU, itu narasinya yang dia bangun,” beber Chaydirul Yahya. (Rel/ Reza Perkasa/ Red PP)

https://shorturl.fm/FIJkD
https://shorturl.fm/oYjg5
https://shorturl.fm/5JO3e