Muhakam: Muhammad Iqbal Asli 100% Piaman dan Jangan Politisasi PKDP!

Utama982 Dilihat

Padang – Persada Post | Muhakam,SH mengeluarkan pernyataan dalam pemberitaan Persada Post sebelumnya, yang berjudul-> (Klik) Muhakam: Orang Piaman di Perantauan “Cadiak Bajua Andie Babali”?. Berita itu sempat viral dikalangan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) di Indonesia, khususnya Kota Padang.

 

Kemudian, Muhakam kembali menegaskan, yang ia maksud dari pernyataan itu adalah fenomena warga Kota Padang asal Piaman (Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya), khususnya pula yang tergabung di PKDP, dan dikabarkan akhir-akhir ini memberikan dukungan kepada orang yang bukan asal Piaman.

 

“PKDP sebagai organisasi kan sudah jelas tidak boleh berpolitik, namun warganya silahkan-lah. Hak politik itu diatur oleh undang-undang. Ini lebih parahnya lagi saya saksikan, selain mengatasnamakan PKDP, mendukung orang yang bukan orang Piaman lagi,” ujar Muhakam, Sabtu (19/10/2024).

 

“Aciak saja sebagai Ketua PKDP Padang dari PAN saja, kita tahu beliau tidak ada mengeluarkan pendapat atau pilihan. Tapi kenapa ada beberapa yang menyatakan sikap mendukung di luar calon asal piaman atas nama PKDP. Otomatis ini jelas sudah mempermalukan  Ketua DPD PKDP Padang, dalam hal ini Aciak sendiri,” bebernya.

 

“Memang memilih atau pun tidak, itu hak masing-masing, seperti yang saya katakan tadi.  Orang tidak boleh memaksakan, tapi sebagai warga Piaman sudah sewajarnya dukunglah  dusanak kita orang Piaman, seperti Muhammad Iqbal salah-satu contohnya,” tegas Muhakam.

 

“Maka, kan sudah jelas ini ada calon Walikota Padang asli 100% asal Piaman, yakni: H. Muhammad Iqbal,PhD atau DR. H. Muhammad Iqbal, mengapa harus mendukung yang lain. Ada apa? Apakah ini ada faktor finansial atau faktor ketidaktahuan, saya juga bingung. Sehingga, akhirnya memberikan dukungan kepada orang selain asal Piaman,” katanya lagi.

 

“Janganlah lihat partainya, kita terang benderang saja, seperti yang sudah saya sampaikan pula sebelumnya; Hujan Batu di Nagari Kito, Masih Baik Nagari Kito (Indonesia: Hujan Emas di Negeri Orang, Hujan Batu di Negeri Kita, Masih Baik Negeri Kita),” imbuhnya.

 

Lebih lanjut Muhakam memaparkan, bahwa orang Piaman di Kota Padang, jangan sampai seperti pepatah: Dek Rancak Kilau Loyang Datang, Intan Disangko Kilek Kaco (Indonesia: Karena Berkilaunya Loyang, Intan Disangka Kilauan Kaca).

 

“Sudah jelas Muhammad Iqbal itu adalah berlian atau intan, dengan kualitas kelimuan dan koneksi yang ia miliki di level nasional. Tetapi, karena manisnya rayuan maut politik dan iming-iming, saya duga pada akhirnya orang Piaman beralih pandang dan memberikan dukungan kepada orang yang salah,” bebernya.

 

“Sudahlah, coba kembali rapatkan barisan; ‘Dukung Urang Awak’ (Indonesia: Dukung Orang Kita). Kan pada akhirnya kita bangga ini, orang Piaman memimpin dan memajukan Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat,” pungkasnya. (Rico AU Dato Panglima)