Prof. Raudha Thaib: ‘Pulang Basamo’ Harga Diri Orang Minang!

Peristiwa857 Dilihat

Padang – Persada Post | Setiap momentum Idul Fitri, kita sering mendengar ungkapan ‘Pulang Basamo’. Ungkapan itu adalah kalimat lain dari ‘Mudik Lebaran’. Tetapi, bagi orang Minang (Sumatera Barat), ‘Pulang Basamo’ bukan sekadar mudik biasa. Lebih kurang bagi mereka (orang Minang.red) ‘Pulang Basamo’ adalah harga diri.

 

Makna ‘Pulang Basamo’ sebagai harga diri itu, dijelaskan oleh Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P, kepada Persada Post, Rabu (2/4/2025) kemarin, melalui chat WhatsApp-nya.

 

“Pertama pulang basamo bagi masyarakat Minang adalah: harga diri dan pengabdian. Implementasi dari konsep dasar merantau: Merantaulah daulu di rumah paguno balun. Artinya Pulang basamo memberi tahu atau memperlihatkan keberhasilan dari perantauan yang dibawa pulang,” ujar Prof. Raudha.

 

“Keberhasilan itu untuk dibagi dengan dunsanak yang berada dikampung. Semua itu didorong oleh konsep; kekerabatan yang bersuku ke ibu bernasab ke ayah,” imbuhnya.

 

“Yang pada intinya, semua keberhasilan akan dipersembahkan untuk ibu yang telah membagi hidupnya untuk turunannya mulai dari dalam kandungan. Ibu adalah tambatan hati bagi anak-cucu dan kaumnya. Itulah pengertian dan makna dari pulang basamo secara filosopinya,” pungkas Prof. Raudha. (Rico AU Militer Post)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *