Solok – Persada Post | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, menggelar sesi debat yang kedua pasangan calon Bupati Solok periode 2025-2030, di Sport Hall GOR Batu Batupang, baru-baru ini.
Debat itu berlangsung sengit. Sesi tanya jawab dan saling menanggapi menjadi sarana mencari ide dan inovasi untuk pembangunan daerah ke depan melalui pemimpin yang terpilih.
Untuk diketahui, debat pamungkas Pasangan Calon (Paslon) Bupati tersebut, mengangkat tema: Penguatan Sumber Daya Manusia, Sosial Budaya, Pelayanan publik dan Tata Kelola Pemerintahan.
Debat yang berlangsung selama 2 jam tersebut dihadiri oleh seluruh Paslon, para panelis, seluruh Komisioner KPU dan Bawaslu, Forkopimda Solok serta tim pemenangan masing-masing pasangan calon.
Dalam sesi tanya jawab, pasangan no urut 03 terlihat lebih menguasai materi debat. Pasalnya diantara ketiga pasangan calon, Jon Firman Pandu merupakan petahana atau incumbent satu-satunya. Pria yang akrab di sapa JFP tersebut, masih tercatat sebagai Wakil Bupati Solok periode 2021-2024.
Dalam tema keberlanjutan pendidikan formal dan informal, JFP menyebutkan, bahwa akan memaksimalkan potensi para perantau dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan formal dan informal.
Selain itu, pasangan ini akan berkolaborasi dengan perantau, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan peserta didik serta penyaluran siswa berprestasi untuk berkiprah ditingkat Nasional.
Pasangan 03 (JFP-Candra) itu, juga menjanjikan akan menciptakan pola orang tua asuh, bagi menunjang pendidikan siswa-siswi yang berprestasi maupun yang kurang mampu.
Sedangkan dalam tema Reformasi Birokrasi dalam tata kelola pemerintahan, Paslon 03 akan menciptakan tata kelola yang proposional dan berbasis keilmuan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menghilangkan budaya jual beli jabatan, intervensi dan intimidasi kepada pemegang kebijakan atau kepala OPD di pemerintahan.
Tak hanya itu, penyelarasan jumlah OPD yang berbasis kepada kebutuhan pemerintahan, juga akan dilakukan oleh Paslon Nomor Urut 3, jika terpilih di Pilkada Solok nantinya. sekaligus mengutamakan pemenuhan kebutuhan anggaran operasional bagi OPD berbasis layanan publik.
Sementara itu, terkait dengan layanan berbasis digitalisasi, Paslon 03 menjanjikan menciptakan laporan pengaduan berbasis digital. Di mana masyarakat cukup melaporkan persoalan sosial kemasyarakatan dan lainnya melalui android.
Paslon JFP- Chandra bertekad, jika diamanahkan memimpin Kabupaten Solok 5 tahun mendatang, akan menciptakan Kabupaten Solok berbasis digitalisasi yang menyasar seluruh pelosok Kabupaten Solok.
Debat pamungkas Paslon Bupati secara keseluruhan, berlangsung secara aman ramai dan meriah. Ribuan massa pendukung masing-masing Paslon pun turut larut bersukacita dalam kedamaian demokrasi pemilihan pemilik kursi BA 1 H selama 5 tahun ke depan.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Pilkada Kabupaten Solok diikuti oleh tiga pasang calon. Pasangan nomor urut 01: Budi Satriadi-Hardinalis Kobal, Nomor urut 02: Emiko-Irwan Afriadi dan nomor urut 03: Jon Firman Pandu-Chandra. (Nyk)
Editor: Redaksi Persada Post






