‘Diluar Nurul’: Inilah Tanggapan Richi Aprian terkait Potensi H. Suherman (HS) Bakal Maju Bupati dan Jabat Ketua NasDem Tanah Datar


Batusangkar – Persada Post |  Seorang wartawan di Luhak Nan Tuo bernama Antony, berhasil mengkonfirmasi Richi Aprian, SH, MH, Wakil Bupati Tanah Datar, terkait pemberitaan Persada Post yang berjudul Jelang Pilkada: H. Suherman (HS) TRD Berpotensi Memimpin NasDem Tanah Datar, Nasib Richi Aprian?.

 

“…akan tetapi bagi kami, H. Suherman (HS) merupakan salah seorang kader terbaik yang dimiliki NasDem (Nasional Demokrat). Apalagi pengalaman beliau di dunia usaha dan dunia politik yang luar biasa. Kami sendiri juga banyak berdikusi dan memperoleh masukan dalam banyak hal dari beliau,” ungkap Richi Aprian, baru-baru ini, sebagaimana yang diteruskan oleh Antony kepada Persada Post, Senin (19/03/2024).

 

Tanggapan Richi dari pemberitaan itu, dikategorikan luar biasa dan ‘diluar nurul’ (istilah trend saat ini, menggantikan kalimat: diluar akal sehat atau diluar nalar). Seharusnya, Richi bereaksi membantah dan mempertahankan opini, bahwa dirinya tidak tergoyahkan di DPD Partai NasDem Tanah Datar, dengan ancaman kekuatan politik HS.

 

Sementara itu, Basrizal Datuak Panghulu Basa, selaku Dewan Penasehat (Wanhat) DPD NasDem Tanah Datar, turut merespon pemberitaan tersebut. Katanya, politik itu urusan kemungkinan, jadi tak ada yang tak mungkin. Begitu juga rumor tentang pergantian Ketua DPD Partai NasDem yang kini sedang dijabat oleh RA (Richi Aprian) yang SK (Surat Keputusan)-nya akan segera berakhir.

 

“Jika DPP (NasDem) memandang perlu untuk mengganti Ketua DPD, tentu dengan alasan yang sangat kuat demi percepatan dan efektifitas konsolidasi partai menghadapi agenda Pilkada, yang getarannya sudah semakin terasa. Sosok penggantinya (Pengganti RA, yang dianulir HS), pastilah seorang tokoh politik yang punya kemampuan komunikasi, koordinasi kedalam dan keluar,” ujar Basrizal.

 

“Diinternal, dia diterima dan diikuti oleh pimpinan partai, ditingkat DPD, DPC dan DPRt. Keluar ia bisa berkomunikasi dengan pimpinan Parpol (Partai Politik), Tomas (Tokoh Masyarakat), Todat (Tokoh Adat) dan Toga (Tokoh Agama), karena Partai NasDem tidak bisa mengusung paslon sendirian. Harus dibangun koalisi dengan partai lain setidaknya mencukupi syarat untuk bisa mendaftarkan paslon (min: 7 kursi),” bebernya.

 

Lebih lanjut Basrizal mengulas, bahwa ketua DPD dan calon bupati adalah dua hal yang berbeda dan harus dipisahkan. Artinya, Ketua DPD (NasDem) tidak otomatis  jadi cabup dan cawabup, tak mesti yang menjabat sebagai ketua DPD. Ketua DPD bertugas mengkonsolidasi organisasi,  agar solid, kuat dengan kepemimpinan yang demokratis dan terbuka untuk mewujudkan tujuan partai. Sementara, untuk Cabup mestilah sosok yang punya komitmen untuk melakukan perubahan, dikenal luas dan punya elektabitas yang tinggi. Karena Partai NasDem berpegang pada jargon play to win (main untuk menang).

 

“Setidaknya, sampai saat ini RA masih jadi ketua DPD. Kalaupun diganti sebagai ketua DPD, tidak berarti beliau kehilangan peluang untuk diusung sebagai Cabup. Bahkan dengan melepas jabatan sebagai Ketua DPD, justru akan memberikan keleluasaan bagi RA untuk menghadapi beratnya medan laga pilkada karena harus berhadapan dengan incumbent,” tegas Basrizal.

 

“Bila, Ketua DPD menurut DPP perlu diganti untuk kebutuhan partai dan pemenangan Cabup dalam konstelasi Pilkada, maka nama HS menjadi salah satu  alternatif pengganti. Tidak tertutup juga kemungkinan munculnya nama yang lain. Pokok di NasDem Tanah Datar berderet nama-nama yang ke-sohor, yang sudan malang-melintang di panggung politik Tanah Datar. Kita biarkan dinamika ini bak air mengalir, bersih dan sehat untuk Luak Nan Tuo yang lebih baik dan berkemajuan,” tutupnya. (Red PP-01)