Sijunjung – Persada Post | Aneh, tapi nyata. Konfirmasi dan keterangan dari Gusni Fajri selaku Ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Sijunjung, cukup mengejutkan dan diluar dugaan.
Foto penampakan jari telunjuk satu Jufri,S.Ag (Kabag Kesra Pemkab Sijunjung) dengan Benny Dwifa Yuswir (Calon Bupati Sijunjung), ternyata bukan acara Benny, tetapi acara kampanye Epyardi Asda, Calon Gubernur Sumbar (Sumatera Barat).
Baca berita-> Dugaan Pelanggaran Pilkada di Sijunjung: Jufri di Pidana, Benny Dwifa Yuswir Didiskualifikasi?
“Dia datang sendiri, tidak diundang oleh Pak Benny. Dan, itu acara Calon Gubernur Sumbar, Pak Epyardi Asda. Saat ini kasus Jufri sudah kami sampaikan ke BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) dan kami menunggu tindaklanjutnya,” ungkap Gusni Fajri, melalui telepone WhatsAppnya, kepada Persada Post, Kamis (09/10/2024) sore.
Keanehan yang sangat mencolok dari pengakuan Ketua Bawaslu Sijunjung tersebut adalah soal kedatangan Jufri, yang tanpa diundang pada acara kampanye Epyardi Asda. Sementara, di Minangkabau, sudah ada budaya yang sangat epic menyoal soal undang mengundang, sebagaimana ungkapan: kaba baiak baimbauan, kaba buruak baambauan.
Artinya, sangat tidak mungkin orang di Minang datang ke acara orang lain tanpa adanya undangan baik secara lisan maupun tulisan. Beda dengan Jelangkung, sebagaimana ungkapannya pula: datang tidak diundang, pulang tidak diantar.
Namun, sebelum berita ini ditayangkan dan sebelum Gusni Fajri melakukan kontak telepon dengan Redaksi Persada Post, Jufri sudah terlebih dahulu dikonfirmasi, terkait peristiwa dan terbongkarnya foto jari telunjuk satu itu ke publik. Lagi-lagi, konfirmasi itu tidak juga dijawab dan/ atau direspon olehnya. (Delta Team)
