Padang – Persada Post | William Nursal Devarco atau yang akrab disapa Pax Alle, mendapat bocoran; bahwa masa penyelenggaraan Raker (Rapat Kerja) dan Musyawarah Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar) sudah semakin dekat. Informasi yang ia berhasil peroleh dari salah satu sumber terpercaya, kedua pesta organisasi itu (KONI Sumbar.red), akan digelar di awal bulan Agustus 2025.
“Dari sejumlah pihak yang mencalonkan diri, sejalan dengan waktu yang terus bergerak, saat ini sudah mulai mengerucut pada tiga calon. Ketiga calon itu memiliki latar yang berbeda tapi eksis di dunia olah raga. Selain itu, usia, pengalaman dan kematangan tidak sama,” ungkap Pax Alle, baru-baru ini, kepada Persada Post.
“Mereka adalah Brigjen TNI AD Dr. Khairul Anwar, SH, Hamdanus dan Tommi. Ketiganya orang Sumatera Barat: Pariaman, Pessel dan Pasaman. Khairul saat ini masih berstatus perwira aktif dengan pangkat Brigjen dengan jabatan sebagai Staff Khusus KASAD TNI AD. Putra Sungailimau itu pernah menjabat Kadis Jasmani yang mengurus banyak cabor yang dilakoni TNI,” bebernya.
“Tidak itu saja, selain menguasai banyak cabang olah raga ia juga pernah berkontribusi pada KONI dengan memberikan banyak atlit dari TNI AD. Sementara, Hamdanus, mantan Plt Ketum KONI Sumbar juga menyatakan keinginannya maju kedua kali untuk memimpin KONI Sumbar. Dosen asal Pessel (Pesisir Selatan) yang dikenal dekat dengan Gubernur Sumbar tersebut telah pernah klaim akan memenangkan kontestasi Caketum KONI Sumbar,” imbuhnya.
“Sementara Tommy, seorang pengusaha dan organisatoris asal Pasaman juga tetap maju dan optimis. Sebelumnya muncul beberapa nama. Kemunculan itu ditenggarai karena insan olah raga Sumbar jenuh dengan stigma KONI dan olah raga daerah itu terlalu lama tenggelam dalam kasus bukan prestasi,” tukuknya lagi.
“KONI Sumbar harus upgrade untuk bisa berubah dan bergerak lebih baik. Tentu budaya pemilihan pemimpin dan integritas Ketum ke depan teruji dengan sangat baik,” tegas Pax Alle, yang merupakan pendiri dan penggiat SPORTY tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa tahun berjalan belakangan ini; KONI Sumbar yang stagnan dan mulai mundur. Dirinya mengakui, dalam beberapa kali bertemu, berkomunikasi dengan pegiat olah raga termasuk fungsionaris KONI Sumbar dan sejumlah Cabor (Cabang Olahraga), mereka mengeluh dengan kondisi dan berharap ada perubahan. Dan, kata Pax Alle, sejumlah nama yang muncul tentu diharap bisa menjadi simbol dan jembatan perubahan itu sendiri.
Brigjen TNI Khairul Mantap!
Masih informasi Pax Alle, Brigjen TNI Khairul Anwar kepada media ini, Kamis (17/7/2025) kemarin mengungkapkan, bahwa dirinya bersedia dan serius ingin menjadi Ketum KONI Sumbar karena beberapa alasan.
Sang Jenderal TNI itu mengemukakan, adanya keprihatinan atas permasalahan yang dialami KONI dan olahraga di Sumbar yang bukan malah segera selesai, malah bertambah parah.
“Jujur! Saya sangat prihatin sekali atas apa yang dihadapi KONI dan dunia olah raga Sumbar beberapa tahun belakangan ini. Saya merasa sangat terpanggil untuk hadir dan membantu,” ujar Khairul Anwar.
“Belum munculnya pihak yang berniat baik dan berkompeten menyelesaikan masalah. Seharusnya hal itu cepat diselesaikan bukan dilarutkan. Saya sudah sampaikan pada rekan-rekan cabor dan fungsionaris KONI. Jika saya diminta turun gunung membantu dan sekaligus menyelesaikan dan menata ulang, In Syaa Allah saya bersedia,” tegasnya, dengan nada mantap.
Lebih lanjut, ia juga menggarisbawahi, kesediannya turun gunung untuk membantu. Dan, ia menegaskan, dirinya tak bernafsu berebut posisi Ketum.
“Jika mereka memang serius, ya sudah mulai saat ini budaya yang ada kita ubah. Tak ada uang ga jelas, Tak ada deal tertutup dan kita berkoalisi untuk KONI. Kita buat aklamasi saja. Susun struktur sesuai Anggaran Dasar – Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) dan Peraturan Organisasi (PO), serta tempatkan personil sesuai kapasitas serta jumlah sesuai kebutuhan. Selanjutkan fokus ke program dan agenda ke depan,” paparnya.
“Pemunculan uang untuk peruntukkan tak jelas. Membuat kesepakatan senyap yang memunculkan kontestasi tak sehat dan tak sportif menurut saya budaya yang harus ditinggalkan. Tak harus menjadi titipan penguasa atau bagian dari itu yang harus dipilih menjadi pemimpin,” bebernya.
“Voter menurut saya harus memilih calon yang dibutuhkan KONI dan olah raga Sumbar. Jangan takut mengusung pemimpin perubahan untuk perbaikan dan kemajuan. Karena, siapapun yang memimpin, mengelola harus diterima dan dihargai,” imbuhnya. (Red PP)

https://shorturl.fm/sC6cx
https://shorturl.fm/zleKH
https://shorturl.fm/Qrgvo
https://shorturl.fm/WQg12
https://shorturl.fm/uC2UP