Sijunjung – Persada Post | Tim Penilai KPP (Kompetisi Pelayanan Prima) dan IPP (Inovasi Pelayanan Publik) Provinsi Sumatera Barat, mendatangi Dinas Dagperinkop UKM Sijunjung, terkhusus UPTD Metrologi, Selasa (28/8/ 2023) kemarin. Tim tersebut terdiri dari: Prof.DR. Edi Syafri, Dr. Zikri Alhadi,S.IP, MA, Sawir Pribadi.
Tim itu datang ternyata untuk menilai pelayanan prima dan inovasi pelayanan publik pada UPTD Metrologi Sijunjung. Hal itu diungkapkan oleh Prof. Edi Syafri, kepada Persada Post.
“Kami datang untuk menilai apakah UPTD Metrologi Sijunjung ini, yang di Rekomendasikan oleh Pemkab Sijunjung, untuk ikut pada KPP dan IPP. Semua hal tentang pelayanan dan inovasi pelayanan akan kami kaji setelah tadi kita mendengar presentasi dari Kepala UPTD Metrologi Legal; Reli Novera, ST, tentang pelayanan tera ulang,” ungkap Prof. Edi Syafri.
Lebih lanjut ia menerangkan, tentang pelayanan yang dilakukan UPTD Metrologi untuk tera ulang timbangan termasuk tera ulang SPBU, dimana waktu presentase Reli memaparkan kegiatan UPTD Metrologi dengan Inovasi Sayang Terulang, yang dikerjasamakan dengan Dinas Pendidikan Sijunjung dalam bentuk sosialisasi kemetrologian pada siswa SD.
Karena menurut Reli Novera, perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak untuk mempunyai karakter jujur agar tertanam sampai akhir hayat, salah satunya dengan cara menimbang, dan menggunakan timbangan yg sesuai standar.
Bukan itu saja, selanjutnya pihak Metrologi Sijunjung juga bekerjasama dengan Kementerian Agama Sijunjung dan melibatkan seluruh penyuluh agama yang tersebar di 8 kecamatan, untuk menyampaikan menimbang dengan takaran yang pas seperti yang tertulis di dalam Al-Qur’an dalam ceramah agama pada saat berdakwah.
Sebab melalui kegiatan Jusmet (Jumpa Islami Metrologi), ternyata juga diberikan kajian kerohanian untuk seluruh ASN dilingkup Dinas Dagperinkop UKM, dan dapat dikuti oleh seluruh mitra metrologi secara daring.
Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Baznas Sijunjung, untuk memberikan bantuan timbangan kepada UMKM yang membutuhkan.
“Mungkin dari ayat -ayat suci Alquran para kawan-kawan ini begitu semangat untuk melakukan kegiatan tera ulang. Dimana, kesimpulan dari 12 surat di Al-Qur’an tentang timbang adalah jujur dalam takaran,’ kata Ir.Yulizar,MP selaku Kadis Dagperinkop UKM (Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil Menengah) Kabupaten Sijunjung, pada kesempatan tersebut.
“Sijunjung ini dulunya turut membantu daerah tetangga untuk menera ulang seperti Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Dharmasraya, pada saat UML nya belum berdiri. Malah, hingga saat ini, Kabupaten Padang Pariaman masih melakukan kerjasama dalam lingkup jembatan timbang karena belum memiliki tenaga penera dan alat standar yang cukup,” imbuh Yulizar.
“Dari sisi Inovasi pelayanan, karena tera ulang ini harus dilakukan sekali dalam setahun, makanya harus dikunjungi berulang ulang. Karena masih banyak keengganan dari masyarakat, mengingat lokasi kantor UPTD jauh dari tempat mereka tinggal,” ungkapnya.
“Namun, dengan inovasi Sayang Terulang, pemilik timbangan cukup mengumpulkan minimal 10 timbangan, maka tim Sayang Terulang akan langsung datang ke lokasi tersebut untuk melakukan tera ulang. Untuk berdagang tidak boleh seharusnya pakai timbangan plastik, itu ada aturannya,” tegas Yulizar.
“Sebenarnya UPTD Metrologi Sijunjung, sudah didorong untuk masuk Zona Integritas oleh Direktorat Metrologi. Dan, hanya dua di Sumbar yang didorong untuk masuk zona integritas, satu lainnya UML Kota Padang,” pungkas Yulizar, yang akrab disapa Ujang itu. (Zalmendra Faisal)






