Padang – Persada Post | William Nursal Devarco atau yang akrab disapa Pax Alle, Pendiri SPORTY (Komunitas Solidaritas Peduli Olahraga) atau SPOR Community, angkat bicara menanggapi kisruh di Komite Olahraga Nasinal Indonesia (KONI) Sumatera Barat (Sumbar), yang terjadi baru-baru ini.
Kisrus itu dipicu karena penolakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar terkait SK terbaru KONI Pusat tentang perpanjangan masa jabatan Ketum (Ketua Umum) KONI Sumbar 2021-2025 di bawah kepemimpinn Roni Pahlawan dan jajaran pengurusnya.
“Persoalan tersebut, harus dilihat secara objektif dan kepentingan situasi yang kondusif buat KONI Sumbar, yang diakui berefek pada Pemprov (Pemerintah Provinsi) Sumbar melalui Dispora,” ungkap Pax Alle, Rabu (11/6/2025).
“Kita tak bisa menyikapi secara subjektif jika masih mendahulukan kepentingan satu pihak. Sikap begitu akan melahirkan kebijakan memihak, otomatis akan ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Pax Alle menuturkan, bahwa hal itu dapat mengarah ke kebuntuan yang berefek pada kekacauan serta kegaduhan yang meluas (di KONI Sumbar).
“Dalam sebuah organisasi ada kebijakan yang dijalankan atas dasar Anggaran Dasar (AD) – Anggaran Rumah Tangga (ART) dan PO (Peraturan Organisasi). Dan, ada kebijaksanaan yang dilahirkan melalui kebijaksanaan yang arif tanpa keberpihakan yang memecah belah namun bisa melahirkan solusi yang baik pada semua pihak,” ulasnya lagi.
“Sikap Dispora Sumbar yang menolak SK tersebut dan bersikukuh bahwa masa jabatan Roni sudah habis dan Diaspora harus mengunci anggaran tambahan tentu juga beralasan kuat. Pun, pendapat mantan Ketum KONI Sumbar yang menyebut SK tersebut illegal tentu memiliki alasan sendiri yang kuat juga,” beber Pax Alle.
“Namun yang dibutuhkan KONI Sumbar saat ini tentu bukan kebuntuan, bukan adu ego, bukan pembenaran sepihak. Yang dibutuhkan KONI Sumbar saat ini adalah solusi, jalan keluar; bagaimana Musprov bisa diselenggarakan sesegera mungkin,” ungkapnya. (Red PP)






