Laksanakan Sertifikasi Kompetensi Wartawan, LSP Pers Indonesia Teken MoU dengan FORMAS

Nasional817 Dilihat

Jakarta – Persada Post | Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Yohanes Handojo Budhisedjati, SH, CCP dan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia Hence Mandagi, secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan kerja sama, Selasa (1/7/2025) kemarin, di Sekretariat FORMAS, Jakarta. MoU itu dilakukan untuk memfasilitasi pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Wartawan bagi pengurus dan anggota organisasi Pers yang bernaung di FORMAS.

 

“Penandatanganan nota kesepahaman antara FORMAS dan LSP Pers Indonesia ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi kedua pihak dalam menjalin kerjasama melaksanakan program pembentukan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang jurnalistik melalui Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW),” ujar Hence Mandagie, melalui press release resminya di kanal Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI).

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa FORMAS dan LSP Pers Indonesia siap berkolaborasi dan bekerjasama dalam kegiatan pengembangan (SDM) di bidang jurnalistik, khususnya melalui pelaksanaan SKW bagi pengurus dan anggota organisasi-organisasi pers yang bernaung di FORMAS.

 

“LSP Pers Indonesia juga akan memfasilitasi pelaksanaan pelatihan asesor melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), bagi pengurus dan anggota FORMAS yang berlatar belakang profesi wartawan,” bebernya.

 

“LSP Pers Indonesia adalah lembaga yang memiliki lisensi pemerintah yakni BNSP untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi wartawan. Kami siap memfasilitasi pelaksanaan sertifikasi kompetensi wartawan bagi para pengurus dan anggota FORMAS yang berprofesi sebagai wartawan,” ulas Hence Mandagie, yang juga menjabat Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia, Wakil Ketua Umum FORMAS Bidang Pengembangan Pers dan Media, Wakil Ketua Umum APTIKNAS Bidang Hukum dan Media serta Ketua Departemen Kepemudaan dan Media Digital Forum Bela Negara Perwakilan Jakarta.

 

Sementara itu, Yohanes Handojo Budhisedjati menyatakan sepakat bekerjasama memfasilitasi wartawan mengikuti Sertifikasi Kompetensi Wartawan melalui BNSP di LSP Pers Indonesia untuk kepentingan peningkatan SDM di bidang jurnalistik, khususnya yang bernaung dengan FORMAS. Hal itu diungkap Yohanes Handojo Budhisedjati, usai menandatangani MoU dengan LSP Pers Indonesia.

 

Untuk diketahui, pada pelaksanaan penandatangan MoU itu, Hence Mandagi tidak sendiri, ia didampingi jajarannya yakni Ketua Dewan Pengarah Ir. Soegiharto Santoso, SH dan General Manager Meytha F. Kalalo. Sementara, Yohanes Handojo, didampingi Wakil Sekjen FORMAS Ervan Tou dan Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan Rakyat (GEMPPAR) FORMAS Soetresno Hartanto.

 

Usai penandatangan MoU, Yohanes Handojo menyerahkan cendramata kepada LSP Pers Indonesia, yang diterima Soegiharto Santoso. Pada kesempatan itu juga, Soegiharto yang akrab disapa Hoky mengatakan, bahwa kerjasama antara FORMAS dan LSP Pers Indonesia ini sangat penting untuk memperkuat sistem sertifikasi kompetensi profesi nasional.

 

“Karena setiap wartawan yang disertifikasi melalui LSP Pers Indonesia akan langsung tercatat dalam sistem sertifikasi kompetensi nasional Indonesia di BNSP. Ini perupakan pengakuan negara terhadap kompetensi, khususnya di bidang pers,” ujar Hoky, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Pendiri dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), Penasihat Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Wakil Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), serta Pendiri dan Ketua Dewan Pengarah LSP Pers Indonesia.

 

Apa itu FORMAS?

FORMAS adalah organisasi yang didirikan oleh sejumlah tokoh nasional, salah satunya adalah Hashim Djojohadikusumo dan Yohanes Handojo Budhisedjati. FORMAS didirikan untuk mengawal dan memonitoring jalannya pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

 

Di awal pembentukannya FORMAS, terdapat 21 organisasi masyarakat. Lalu, seiring dengan perkembangannya, belum genap setahun sudah bertambah menjadi 77 organisasi dari beragam latar belakang dan diprediksi masih akan terus bertambah jumlahnya.

 

Dalam kiprahnya yang belum setahun berdiri itu, FORMAS telah menjalin kesepakatan Kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya adalah Badan Nasional Penaggulangan Teroris (BNPT), Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat Polri), Radio Republik Indonesia (RRI) dan sejumlah pihak, termasuk LSP Pers Indonesia. (Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar